Sistem Pemerintahan Parlementer

Sistem pemerintahan parlementer adalah sistem pemerintahan di mana badan parlemen memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu pemerintahan dalam negara. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang penuh dalam mengangkat kepala pemerintahan di Negara tersebut atau biasa kita ketahui adalah perdana menteri.
Dan parlemen pun mempunyai kekuasaan untuk menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan mosi tidak percaya pada pemerintahaan yang sedang berkuasa. Sistem pemerintahan ini berbeda dengan sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, yaitu sistem pemerintahan presidensial, di mana sistem pemerintahan parlementer ini dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri, yang mempunyai kewenangan terhadap keberlangsungan suatu pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, namun dalam sistem pemerintahan parlementer ini, presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja.
Sistem pemerintahan parlementer dapat dibedakan mejadi badan eksekutif pemerintah yang sangat tergantung dari suara dukungan secara langsung ataupun tidak langsung badan legislatifnya, dalam hal ini parlemen, yang khalayak ramai ketahui dikemukanan melalui sebuah metode veto keyakinan. Oleh sebab itu, tidak ada pemisahan kekuasaan yang sangat jelas antara badan eksekutif dan bada legislatif. Ada kritikan dari beberapa yang merasa kurang adanya pemeriksaan dan suatu keseimbangan yang ditemukan dalam sebuah republik kepresidenan.
Sistem pemerintahan parlementer banyak dipuji dibandingkan dengan sistem pemerintahan presidensial, karena sistem pemerintahan parlementer sangat fleksibel kepada publik. Kekurangannya adalah sistem pemerintahan ini sering mengarah kepada pemerintahan yang kurang stabil, karena sistem pemerintahan parlementer memiliki perbedaan yang jelas antara kepala pemerintahan dan kepala negara. Dalam hal ini kepala pemerintahan adalah perdana menteri, dan kepala negara ditunjuk sebagai dengan kekuasaan sedikit atau seremonial. Namun beberapa sistem pemerintahan parlementer juga memiliki seorang presiden terpilih dengan kekuasaan sebagai kepala Negara yang dapat memberikan keseimbangan dalam sistem pemerintahan parlementer ini.

Berikut adalah Negara-Negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah Inggris, Belanda, Malaysia dan lain sebagainya.

Sistem Pemerintahan Parlementer memang sering dianggap lebih baik dari pada sistem pemerintahan yang dianut oleh Indonesia. Tapi balik lagi kedalam dasar suatu negaranya, kelebihan dan kekurangan dalam suatu pemerintahan memang tidak lepas kaitannya dalam budaya yang membentuk sistem pemerintahan itu sendiri.