Table of Contents

 Prospek ASEAN COMMUNITY

Sebagai badan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara, eksistensi ASEAN (Association of Souteast Asian Nation)telah memperlihatkan peran vitalnya selama 41tahun — sejak didirikan melalui Deklarasi Bangkok di Thailand, 8 Agustus 1967.Meski cita-cita yang diidealkan ± khususnya dalam konteks menjamin stabiltaskawasan ± belum sepenuhnya terealisasi, ASEAN telah menjadi wadah strategis yangmampu mewujudkan kerja sama antar bangsa sehingga memungkinkan tertanamnyaspirit kebersamaan dan saling percaya.Pada tahun 2003, eksistensi ASEAN mulai menunjukkan komitmennya sebagaiperhimpunan yang peka dalam merespon fenomena global yang sedang melanda negara-negara di dunia. Dibuktikan dengan diselenggarakannya KTT ASEAN di Bali, 7 Oktober 2003. Pada waktu itu para kepala pemerintahan kesepuluh negara anggotamenandatangani Deklarasi Kesepakatan Bali II(Bali Concord II).Dalam deklarasi itutercantum sebuah keputusan bersama untuk membentuk suatu Komunitas ASEAN yangditargetkan pada tahun 2020.Komunitas ASEAN tersebut terdiri atas Komunitas Keamanan ASEAN,Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN. Denganterbentuknya Komunitas ASEAN tersebut diharapkan masyarakat Asia Tenggara tidak gagap dalam menghadapi pasar barang, jasa, dan tenaga kerja global yang begitu bebas.Namun demikian, pembentukan Komunitas ASEAN yang semula ditargetkan pada tahun2020 itu, pada KTT di Cebu, Filipina, Januari 2007, ternyata dipercepat menjadi 2015.Keputusan ini layak diapresiasi mengingat target yang dicanangkan sebelumnyapada Bali Concord II terlalu lama. Di samping itu keputusan tersebut juga menunjukkankuatnya komitmen di antara negara-negara anggota dalam upaya mewujudkanmasyarakat dilingkungan Asia Tenggara lebih baik di masa-masa yang akandatang.Masa depan ASEAN, bagaimana ASEAN enam tahun ke depan?Komunike bersama para menteri luar negeri ASEAN di Phuket, 20 Juli 2009,menyatakan, ASEAN akan berkiprah secara global dan turut berperan dalam dunia yangsemakin terintegrasi, memperkuat peran Sekretariat ASEAN dan badan-badan yangdiamanatkan Piagam ASEAN menjelang terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.Shared valued baru, ASEAN sebagai sentra kendali, adalah pilihan politik. Hard choicesdalam buku Donald Emmerson mengungkap perlunya kelihaian ASEAN untuk menguraitantangan internal secara nyata serta mengayunkan langkah ke luar, regionalisme baruini, di tengah proses integrasi, keamanan, dan tuntutan demokrasi.Uraian tantangan internal guna mewujudkan komunitas ASEAN telah ditulisdengan baik dalam cetak biru tiga pilar utama komunitas ASEAN. Tantangan besar kedepan adalah implementasinya. Di sinilah peran sentral dan leadership Indonesia untuk mengawal dan memperjuangkan implementasinya.ASEAN yang prorakyat dan menjadi milik masyarakat, serta ASEAN yangmemasyarakat adalah pesan masa kini dan satu dasawarsa ke depan. ASEAN baru harusmampu menciptakan kualitas hidup yang lebih baik dan menciptakan peta kehidupanregional yang lebih baik, berkualitas, dan bermartabat.Lingkar di dalam ASEAN yang semakin demokratis dan menghormati hak asasimanusia, dibarengi pergaulan ASEAN yang lebih luas dan diperhitungkan dunia, akanmenjadikan ASEAN semakin relevan dan dibutuhkan keberadaannya. Terwujudnya tigapilar komunitas ASEAN adalah tuntutan zaman, tak hanya bagi keberadaan organisasiASEAN, lebih dari itu, menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang aman, mampumemberi harapan bagi rakyatnya, dan menjanjikan ruang kehidupan ekonomi yang lebihbaik.Gambaran makro ASEAN dengan wajah baru ke depan dengan tingkatpendalaman dan perluasan kerja sama dengan berbagai negara mitra wicara (AS, UniEropa, Australia, Selandia Ba

Sumber :

https://www.sudoway.id/jasa-penulis-artikel/