Program Bimbingan Dan Latihan Bagi Orang Tua

Program Bimbingan Dan Latihan Bagi Orang Tua

Meskipun peranan orang tua terhadap keberhasilan anak di sekolah telah lama dikenal, penyediaan layanan bimbingan dan latihan bagi orang tua di sekolah, terutama TK dan SD, masih sangat terbatas. Berikut ini akan dikemukakan program bimbingan dan program latihan bagi orang tua.

  1. Program Bimbingan bagi Orang Tua

Menurut McDowell seperti dikutip oleh Mercer (1979: 100), ada dua macam pendekatan dalam memberikan bimbingan bagi orang tua, yaitu pendekatan informasional dan pendekatan psikoterapetik. Pendekatan informasional menekankan pada penyediaan pengetahuan bagi orang tua tentang kesulitan belajar. Mercer mengemukakan contoh pendekatan ini dengan suatu pertemuan berangkai yang diselenggarakan oleh McWirter. Sekolah menyelenggarakan suatu rangkaian pertemuan bagi orang tua anak berkesulitan belajar dan kepada mereka diberikan informasi tentang anak berkesulitan belajar dan latihan untuk menanggulanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertemuan-pertemuan semacam itu sangat berharga bagi orang tua.

Pendekatan psikoterapetik memusatkan perhatian pada usaha membantu orang tua memahami konflik keluarga dan gangguan emosional yang disebabkannya. Menurut Abrams dan Kaslow seperti dikutip oleh Mercer (1979: 104) ada beberapa macam strategi pemberian bantuan bagi anak berkesulitan belajar seperti dikemukakan berikut ini.

  1. Hanya intervensi pendidikan. Strategi ini ditujukan kepada anak berkesulitan belajar tanpa gangguan emosional, yang memiliki keluarga stabil dan harmonis
  2. Hanya terapi individual. Strategi ini ditujukan kepada anak berkesulitan belajar yang orang tuanya memiliki gangguan yang sulit disembuhkan seperti orang tua yang pecandu obat bius, peminum alcohol, psikotik, atau yang menolak anak.
  3. Bimbingan kelompok orang tua. Strategi ini untuk orang tua yang baik, yang dirasakan akan memperoleh keuntungan dari pertemuan-pertemuan kelompok yang berupaya memecahkan masalah kesulitan belajar anak-anak mereka.
  4. Terapi individual dan tutorial. Strategi ini untuk anak berkesulitan belajar yang membutuhkan intervensi akademik yang sistematik dan orang tuanya memiliki gangguan yang sulit disembuhkan.
  5. Terapi bersamaan anak dan orang tua dengan pemberian terapi yang berbeda. Strategi ini digunakan jika pemberian terapi kepada anak dan orang tua secara bersamaan dapat menimbulkan kecemasan dan perasaan tertekan.
  6. Terapi bersamaan anak dan orang tua dengan pemberian terapi yang sama. Strategi ini tepat digunakan jika orang tua dan anak dapat menjalin interaksi koperatif.
  7. Terapi keluarga yang terdiri dari anak, orang tua, dan saudara-saudara kandung. Strategi ini tepat digunakan bagi keluarga yang dapat memecahkan masalah dengan menciptakan lingkungan sosial yang saling menunjang atau koperatif.

Strategi psikoterapetik dapat dipandang sebagai strategi yang cenderung menekankan pada peran orang tua dalam memecahkan masalah emosional anak, yang memandang perlu adanya perbaikan keseluruhan lingkungan keluarga.

  1. Program Latihan bagi Orang Tua

Program ini ditujukan kepada orang tua untuk memperoleh keterampilan mengajar, berinteraksi, dan mengelola perilaku anak secara efektif di rumah. Menurut McDowell seperti dikutip oleh Mercer (1979: 101) ada dua pendekatan dalam program latihan bagi orang tua, yaitu (a) pendekatan komunikasi (communication approach) dan (b) pendekatan keterlibatan (involvement approach).

Pendekatan komunikasi menekankan pada penyelenggaraan komunikasi langsung antara orang tua dengan anak; sedangkan pendekatan keterlibatan menekankan pada upaya pemecahan masalah praktis melalui kerja sama kelompok.

Dinkmeyer dan Carbon seperti dikutip oleh Mercer (1979: 102) mengembangkan suatu strategi keterlibatan yang disebut “C-Group” yang membantu orang tua memecahkan masalah praktis melalui kerja sama (collaboration), konsultasi (consultation), klarifikasi (clarification), konfrontasi (confrontation), perhatian dan pengasuhan (concern and caring), kerahasiaan (confidentiality), dan tanggung jawab (commitment) pada perubahan. Dalam pendekatan ini orang tua diminta untuk menyajikan masalah-masalah praktis kepada kelompok dan kemudian mereka mencoba memecahkan masalahsesuai dengan saran yang dikemukakan oleh kelompok.