PERBEDAAN PANTAI PRIMER DAN PANTAI SEKUNDER

PERBEDAAN PANTAI PRIMER DAN PANTAI SEKUNDER

Berdasarkan klasifikasi pantai dari Shepard (Snead, 1982 dalam Sunarto, 2000), bentuk – bentuk pantai secara alami dapat dibedakan menjadi pantai primer dan pantai sekunder. Pantai primer adalah pantai yang morfologinya lebih dipengaruhi oleh proses – proses terestrial seperti erosi, deposisi, vulkanisme dan diatrofisme, sedangkan pantai sekunder sangat dipengaruhi oleh proses marin dan organisme. Pantai sekunder bisa jadi dahulunya pantai primer sebelum dipengaruhi oleh proses marin.

Pantai primer dapat dibedakan menjadi 4 (empat) bentuk yaitu :

  1. Pantai erosi daratan, merupakan pantai yang bentuk lahannya mengalami erosi dan sebagian mengalami penggenangan laut. Contohnya : lembah sungai yang tenggelam, pantai erosi glasial yang tenggelam, atau topografi karst yang tenggelam.
  2. Pantai pengendapan dari darat, merupakan pantai yang terbentuk dari akumulasi endapan sungai, endapan glasial, endapan angin, maupun longsoran yang langsung mengendap di laut.
  3.  Pantai gunung api, adalah pantai yang terbentuk sebagai akibat dari proses vulkanik meliputi pantai leleran larva, pantai tefra, pantai runtuhan gunung api atau patahan kaldera dan.
  4. Pantai struktural, merupakan pantai yang terbentuk oleh pelipatan, penyesaran atau pantai intrusi sedimen.

Pantai sekunder dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu :

  1. Pantai erosi gelombang, merupakan pantai yang terbentuk oleh kerja gelombang. Pantai ini dapat memiliki garis pantai yang lurus atau tidak beraturan tergantung pada komposisi dan struktur batuan.
  2. Pantai pengendapan dari laut, merupakan pantai yang terbentuk oleh pengendapan sedimen laut, seperti beting gisik, pulau penghalang, bura, rataan lumpur atau rawa garaman dan.
  3. Pantai bentukan organisme, yakni pantai yang terbentuk oleh binatang dan tumbuhan laut, seperti terumbu yang dibangun oleh alga dan ositer serta rawa mangrove.

RECENT POSTS