Pengertian Anak Berkesulitan Belajar

Kesulitan belajar atau learning disability adalah suatu kelainan yang membuat individu yang bersangkutan sulit melakukan kegiatan belajar secara efektif. The Nationa Joint Communittee for Learning Disabilities (NJCLD) , mengungkapkan bahwa kesulitan belajar merujuk pada sekelompok kesulitan yang memanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi matematika gangguan tersebut instrinsik dan diduga disebabkan oleh adanya disfungsi saraf pusat.

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai dengan hambatan-hambatan tertentu, dalam mencapai tujuan belajar. Kondisi ini ditandai kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh problem-problem neurologis, maupun sebab-sebab psikologis lain, sehingga prestasi belajarnya rendah, tidak sesuai dengan potensi dan usaha yang dilakukan.

Kesulitan belajar tidak berhubungan langsung dengan tingkat intelegensi dari individu yang mengalami kesulitan belajar, namun individu tersebut mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan belajar dan dalam melaksanankan tugas-tugas spesifik yang dibutuhkan dalam belajar seperti yang dilakukan dalam pendekatandan metode pembelajaran konversional. Reid (1986: 12) (dalam Martini Jamaris 2014: 4) mengemukakan bahwa kesulitan belajar biasanya tidak dapat diidentifikasi sampai anak mengalami kegagalan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademmik yang harus dilakukannya. Selanjutnya, ia mengatakan bahwa anak yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki tingkat intelegensi (IQ) normal, bahkan diatas normal atau sedikit dibawah normal berdasarkan tes IQ.
  2. Mengalami kesulitan dalam beberapa mata pelajaran, tetapi menunjukan nilai yang baik pada mata pelajaran lain.
  3. Kesulitan belajar yang dialami siswa yang berkesulitan belajar berpengaruh terhadap keberhasilan belajar yang dicapainya sehingga siswa tersebut dapat dikategorikan kedalam lower achiever (siswa dengan pencapaian hasil belajar dibawah potensi yang dimilikinya).

Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikan bahwa kesulitan belajar (Learning Disability) adalah suatu kondisi dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan.

  1. Klasifikasi Anak Berkesulitan Belajar

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang merujuk pada sejumlah kelainan yang berpengaruh pada pemerolehan, pengorganisasian, penyimpanan, pemahaman, dan penggunaan informasi secara verbal dan non verbal yang berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kemampuan berbahasa lisan yang mencakup pendengaran, berbicara, dan memahami pembicaraan.
  2. Kemampuan membaca yang mencakup encording, pengetahuan tentang fonetik, pengenalan dan pemahaman arti kata.
  3. Kemampuan menulis yang mencakup mengeja, menulis, dan mengarang.
  4. Kemampuan matematika yang mencakup berhitung dan pemecahan masalah.

Kesulitan belajar juga mencakup kesulitan dalam mengatur, mengelola, dan melaksanankan perencanaan atau organization skill. Kesulitan belajar mempengaruhi kemampuan dalam persepsi sosial, interaksi sosial, dan pemahaman terhadap suatu perspektif (masalah/peristiwa dan objek).

 

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/05/kelebihan-gbwhatsapp/