Pengertian

Pada umumnya tahun pajak sama dengan tahun takwim atau tahun kalender. Akan tetapi Wajib Pajak dapat menggunakan tahun pajak tidak sama dengan tahun takwim dengan syarat konsisten (taat asas) selama 12 bulan, dan melapor/memberitahu kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat.

Tahun pajak sebagaimana dijelaskan diatas adalah jangka waktu satu tahun takwim atau tahun kalender (1 Januari sampai 31 Desember), kecuali wajib pajak ternyata tahun pajaknya tidak sama dengan tahun takwim, maka wajib pajak harus melapor/memberitahukan kepada Direktur Jenderal pajak untuk mendapat persetujuan

3.2.Penetapan Tahun Pajak

Dalam hal penetapan Tahun Pajak khususnya Tahun Pajak tidak sama dengan tahun takwim, maka yang menjadi pedoman adalah banyaknya bulan dalam tahun tersebut.

Contoh :

–          Pembukuan dimulai 1 Juli 2001 dan berakhir 30 Juni 2002. Ditetapkan sebagai Tahun Pajak 2001 (enam bulan pertama jatuh pada Tahun 2001).

–          Pembukuan dimulai 1 April 2001 dan berakhir 31 Maret 2002. Ditetapkan sebagai Tahun Pajak 2001 (bulan yang lebih banyak jatuh pada tahun 2001).

–          Pembukuan dimulai 1 Oktober 2001 dan berakhir 30 September 2002. Ditetapkan sebagai Tahun Pajak 2002 (bulan yang lebih banyak jatuh pada tahun 2002).

 

Sumber :

https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/