Pengawet

Belakangan ini, publik diramaikan oleh berita mengenai penggunaan formalin (pengawet mayat) pada mie basah. Pengawet yang bukan merupakan pengawet khusus untuk makanan tentu memiliki efek samping yang cukup besar terhadap kesehatan. Begitu juga dengan penggunaan pengawet sintetis secara berlebihan.

  1. Formalin, dapat menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
  2. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.
  3. Boraks, dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
  4. Natamysin, bisa menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
  5. Kalium Asetat dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.
  6. Nitrit dan Nitrat
  7. Sulfur dioksida, menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
  8. Kalsium dan Natrium propionate

Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

  1. Natrium metasulfat, dapat menyebabkan alergi pada kulit.
  2. Asam sorbat.

Penyedap rasa dan aroma

Penyedap rasa yang paling sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah mono-natrium dan monosodium glutamate (vetsin). Namun, jenis penyedap ini pula lah yang memiliki dampak yang cukup serius bagi kesehatan tubuh, yaitu :

  1. Kelainan hati
  2. Trauma
  3. Hipertensi
  4. Stress
  5. Demam tinggi
  6. Mempercepat proses penuaan
  7. Alergi kulit
  8. Mual
  9. Muntah
  10. Migren
  11. Asma
  12. Ketidakmampuan belajar
  13. Depresi
  14. Anti-oksidan

Penggunaan BHA dan BHT dapat menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin. Selain itu, penggunaan BHA jug adapt menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/