Penerapan Hasil Penemuan Ilmu Pengetahuan Alam dalam Konsep Teknologi

Dimuka telah dibicarakan bahwa ilmu pengetahuan alam mempunyai peranan penting dalam perkembangan teknologi. Tetapi dalam berbagai masalah teknologi terdapat yang tidak dijumpai dalam ilmu pengetahuan alam, yaitu masalah mengambil keputusan. Masalah serupa ini dijumpai dalam perencanaan-perencanaan atau pembuatan suatu desain. Dalam pengambilan suatu keputusan, disertakan pula berbagai persyaratan pengambilan keputusan ini mengandung 4 unsur yaitu :

  1. Model

Model adalah suatu pengambaran permasalahan secara kuantitatif. Model dapat digunakan sebagai petunjuk bagi usaha-usaha penelitian atau penyelesaian suatu masalah. Sering kali model-model matematika dikembangkan untuk mempelajari perkiraan-perkiraan yang diramalkan atau perubahan-perubahan yang perlu diperhatikan dalam menilai suatu model.

  1. Pertama realisme menyangkut seberapa jauh model matematis itu bila diterjemahkan ke dalam kata-kata, benar-benar sesuai dengan konsep yang diwakilinya.
  2. Kedua ketetapan, yakni kemampuan model itu diramalkan perubahan-perubahan yang bakal terjadi.
  3. Ketiga generalitas yakni seberapa jauh model dapat digunakan dalam situasi berbeda.
  1. Kriteria

Kriteria adalah persyaratan yang menggambarkan tujuan atau sasaran dalam pengambilan keputusan. Dalam suatu desain, terdapat sasaran-sasaran yang merupaka tujuan poko dari desain tersebut. Missal untuk membuat desain pesawat, dipilih daya angkut yang besar dan kecepatan yang tinggi.

  1. Kendala

Kendala atau pembatasan adalah faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam desain atau pengambilan keputusan. Missal dalam desain kendaraan angkut, syarat pencemaran harus sekecil mungkin

  1. Optimasi

Optimasi adalah mencapai solusi terbaik, bila masalah tersebut telah dirumuskan dalam bentuk model dengan memperhatikan sarana dan perhitungan kendala. Contoh

permasalahan dimana pendekatan ini digunakan adalah dalam masalah transportasi, industry, perencanaan dalam desain dan sebagainya.

Kesimpulan

Perkembangan pengetahuan sudah dimulai sejak zaman purba, hal tersebut disebabkan karena manusia memiliki rasa ingin tahu yang terus berkembang, sehingga pada zaman Yunani manusia sudah mulai menggunakan metode ilmiah yang tidak hanya mengandalkan rasio semata tetapi juga harus dengan pengalaman empirik sehingga apa yang mereka dapatkan dapat dibuktikan dan diterima oleh umum.

Kelahiran ilmu alamiah modern mungkin saja terjadi pada zaman Yunani, karena pada zaman inilah pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach, yang selanjutnya menjadi cikal bakal perkembangan Ilmu Pengetahuan yang pesat pada zaman modern. Pada tahun 1925 M laboratorium dasar modern pertama dibangun di Universitas Glessen oleh Baron Jusius Bon Leibig sehingga sejumlah besar senyawa kimia bernilai niaga ditemukan dan dasar industry batu bara dan bahan celup dilotakkan.

Sumber: https://carbomark.org/