Nutrisi yang lengkap dan seimbang dapat mendukung fungsi setiap organ dalam tubuh kita. Nutrisi juga memainkan peran penting sebagai sumber energi dalam membangun dan memelihara sistem kekebalan tubuh. Pada orang tua atau orang sakit, selalu ditemukan bahwa ada kondisi yang membuat sulit makan, jadi kita membutuhkan pilihan lain sebagai nutrisi tambahan, misalnya, memberikan makanan cair.

Jadi mari kita kenali manfaat makanan cair sehingga nutrisi yang disajikan lebih baik.

Makanan cair sebagai penambah nutrisi untuk orang sakit dan lanjut usia.

Makanan cair untuk orang tua

Diet cair adalah metode yang dapat dipilih untuk memberikan nutrisi kepada pasien, seperti pasien stroke dan pasien kanker. Mereka biasanya mengalami kesulitan menelan makanan padat, ini disebabkan oleh sistem saraf yang tidak dapat berfungsi secara normal. Sementara itu, pasien kanker sering mengalami kehilangan nafsu makan, yang merupakan efek dari terapi kemoterapi yang mereka jalani.

Jika sulit makan dalam situasi di mana tidak segera diobati, itu dapat mempengaruhi risiko kekurangan gizi, karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dengan lebih baik. Hal ini dapat menyebabkan proses penyembuhan yang berkepanjangan karena kelemahan, infeksi dan kesulitan, serta kekurangan nutrisi9,10.

Kehilangan nafsu makan juga sering dialami lansia karena sulitnya mengunyah dengan memburuknya kondisi kesehatan tubuh. Pada lansia, nutrisi ini sama pentingnya dalam mendukung berfungsinya organ mereka agar berfungsi dengan baik.

Padahal, nutrisi bisa dengan mudah didapat dari makanan sehat seperti buah-buahan, susu, ayam atau daging, ikan dan lainnya.

Namun, itu berbeda dengan kondisi orang sehat yang dapat dengan mudah mengonsumsi semua jenis makanan padat. Kondisi pasien yang sakit dan lanjut usia harus diperhitungkan, karena kondisi ini cukup sulit untuk memproses makanan padat.

Rekomendasi untuk makanan cair.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi lengkap dan seimbang, saat ini dianjurkan untuk memberikan makanan cair. Produk makanan cair ini tersedia secara komersial dan sangat mudah ditemukan.

Makanan cair sangat membantu dalam menangkal gizi buruk dan meningkatkan kalori dalam tubuh sebagai alternatif makanan padat.

Ini mengandung kalori dan berbagai suplemen gizi yang dapat memberikan pasokan energi untuk merangsang fungsi organ tubuh, sehingga membantu pasien dan orang tua untuk berolahraga dengan benar. Tanpa kalori yang cukup, tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk berfungsi.

Berbagai makanan cair juga disiapkan dengan mempertimbangkan orang sakit dan lanjut usia sehingga mereka siap untuk minum dengan rasa yang enak seperti vanila dan buah tropis, sehingga memudahkan pasien dan orang tua untuk mengkonsumsinya. Dengan cara ini, nutrisi lengkap dan seimbang bisa masuk ke tubuh Anda.

Perbedaan antara makanan cair dan susu.

Makanan cair untuk pasien
Komplemen nutrisi yang diperoleh dari makanan cair berbeda dengan susu. Makanan cair diformulasikan dengan bahan khusus untuk orang dengan penyakit tertentu, serta untuk orang tua.

Susu biasanya tinggi protein, lemak, karbohidrat, berbagai vitamin dan mineral. Susu memiliki manfaat yang baik untuk seluruh tubuh. Tetapi, secara umum, produk susu fokus pada peningkatan kesehatan tulang dengan mempromosikan manfaat kalsium 5.

Tidak seperti susu, makanan cair umumnya diperkaya dengan berbagai nutrisi penting dan spesifik yang dibutuhkan, seperti kandungan EPA (icosapentanoate atau icosapentanoic acid), yang merupakan omega-3 dari minyak ikan, dan sekitar 14 vitamin dan 15 mineral. Asam lemak omega-3 dalam minyak ikan sering digunakan dalam massa tubuh dan sebagai antiinflamasi pada pasien kanker. Mengkonsumsi EPA dalam makanan cair dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan nafsu makan dan membantu menjaga berat badan pasien.

Baca juga: