Deskripsi Naskah

Dalam bagian deskripsi naskah kita harus memaparkan atau mendeskripsikan keadaaan naskah satu per satu sejelas mungkin. Butir-butir apa saja yang dideskripsikan? Sebenarnya beberapa pakar telah mengusulkan suatu daftar yang memuat butir-butir yang harus dirinci dalam mendeskripsikan naskah, tetapi selalu saja ada kekurangan dan kelebihan. Yang dipentingkan dalam sebuah deskripsi ada tiga hal, yaitu deskripsi fisik naskah, jilid naskah, isi naskah. Informasi lain dapat saja diuraikan misalnya catatan lain yang memuat sejarah naskah. Mulyadi (1994) menguraikan hal-hal yang harus dicatat dalam mendeskripsikan sebuah naskah.
(a) Judul naskah
Judul naskah biasanya ditemukan pada halaman awal yang disebut halaman judul, tetapi tidak semua naskah mempunyai halaman judul. Kalau tidak ada halaman itu, judul naskah biasanya disebutkan pada awal teks atau di akhir teks. Kalau ternyata tidak ditemukan juga, filolog wajib memberi judul. Jika filolog yang memberikan judul, sebaiknya judul itu ditulis di dalam kurung siku [….] atau diberi tanda petik “…..”
(b) Tempat penyimpanan naskah
Sebutkan semua tempat yang menyimpan naskah itu (lihat dalam berbagai katalog) .Tempat penyimpanan, seperti yang sudah diuraikan di atas, dapat berupa lembaga formal (yayasan, museum, perpustakaan) atau perorangan.

(c) Nomor naskah

Nomor naskah biasanya diberikan oleh pemilik dan ditempelkan pada sampul naskah. Meskipunpara pemilik naskah sudah mencatatkan nomor, biasanya sebuah lembaga yang menyimpan memberikan juga nomor baru. Jika nomor itu ada, semua nomor yang ada harus dicatat. Sebuah lembaga biasanya tidak akan menghilangkan nomor asli yang dibuat oleh pemiliknya karena nomor itu penting untuk mengetahui sejarah sebuah naskah. Di Perpustakaan Nasional, Jakarta, misalnya nomor lama yang menandai naskah milik Von de Wall diberi inisial W. Tetapi naskah itu juga mempunyai nomor baru dengan kode Ml. (yang berarti Melayu). Kedua nomor itu harus dicatat apa adanya.
(d) Ukuran naskah
Ada tiga hal yang dapat diukur dalam naskah, yaitu ukuran sampul naskah, ukuran halaman naskah, dan ukuran-teks yang ditulis (kolom teks). Ukuran itu dihitung dengan panjang dikali lebar.
(e) Jumlah halaman
Jumlah halaman naskah ada yang menghitung berdasarkan jumlah halaman dan ada juga berdasarkan jumlah lembar. Kita harus memiiih salah satu di antara keduanya agar konsisten dalam penghitungan. Kemudian disebutkan juga jumlah halaman yang ditulisi dan halaman yang kosong. Halaman kosong biasanya digunakan untuk pelindung teks — sebelum dijilid — yang terdapat pada awal dan akhir naskah.
(f) Jumlah baris
Jumlah baris dihitung dalam tiap halaman, biasanya halaman awal dan akhir berbeda jumlah barisnya dengan halaman isi teks. Untuk itu, deskripsikan selengkap mungkin atau diambil jumlah rata-rata naris dalam isi teks, lalu sebutkan jumlah baris halaman awal dan jumlah baris halaman akhir.