Budidaya Tanaman Soka

Budidaya Tanaman Soka

Bunga soka banyak sekali jenisnya

ada yang merah cerah dan warna coklat kemerah-merahan. Bunga soka termasuk bunga berbatang kayu yang keras sehingga dengan mudah kita dapat membudidayakannya.

Ada berbagai cara mudah membudidayakan bunga soka yaitu dengan cara pencakokkan, dengan cara stek dan direndam dalam botol dimana masih-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Dengan cara mencangkok, ambilah batang yang tua, hindari pencangkokan pada batang yang utama yang menjadi center pandangan mata, agar taman kita tetap terlihat apik. Kupas kulit badang soka sepanjang 1 cm bersihkan sampai ketemu kayu/lendir kayu yang agak sedikit lengket, biarkan selama 1 hari atau bisa langsung (Bila ada semprot obat perangsang akar). Selanjutnya siapkan plastik atau sabut kelapa untuk membungkus batang yang akan dicangkok dengan tanah secukupnya, kemudian bungkus dengan plastik atau sabut kelapa yang apik & Rapih.

Dengan cara stek, potong batang soka yang agak tua terus tanjabkan/tanamkan pada tanah yang gembur/subur, siran dengan air secukupnya, dalam waktu 3 – 4 minggu.

InsyaAllah akan tumbuh akar baru dan tunas baru. Cara lain yang mudah yaitu dengan merendam potongan batang soka yang akan di stek kedalam botol air sedalam 5 – 7 cm.

Di kalangan masyarakat, tanaman soka sering dijadikan sebagai tanaman hias. Para penghobi tanaman hias sering menempatkannya di taman-taman sebagai tanaman outdoor karena memang hakekatnya soka hidup di tempat terbuka, walaupun bisa juga difungsikan sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor). Selain itu, rumpun bunga soka sering digunakan oleh sebagian masyarakat untuk bunga tabur. Sebagai bunga tabur, bunga soka sering dicampur dengan bunga mawar, bunga melati, bunga kenanga, bunga kanthil, dsb. Bunga tabur merupakan bunga yang dipakai oleh sebagian masyarakat untuk ditaburkan di tempat-tempat tertentu, misalnya di makam atau untuk kegiatan ritual tertentu. Ternyata kebutuhan bunga soka untuk kegiatan-kegiatan tersebut relatif tinggi. Sementara itu pasokannya tidak seimbang. Hal itu disebabkan para pengepul bunga soka harus berkeliling ke berbagai desa untuk mencari bunga tersebut dari rumah ke rumah. Belum banyak orang yang mengebunkan bunga ini secara khusus sebagai tanaman holtikultura. Itulah sebabnya bunga soka dapat dibudidayakan seperti berkebun bunga soka.


Sumber: https://penirumherbal.co.id/konsumen-indonesia-aktif-cari-promosi-dan-diskon/