Table of Contents

Pengaruh Laba atau Rugi

Pengaruh Laba atau Rugi

Pengaruh Laba atau Rugi

Laba menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dari usaha yang dilakukan. Namun, sebaliknya rugi menunjukkan ketidakberhasilan dalam menjalankan usahanya.

Menurut Caslow (1991) dalam penelitian Kartika (2009), ada dua alasan mengapa perusahaan yang menderita kerugian cenderung mengalami audit delay yang lebih panjang. Pertama, ketika kerugian terjadi perusahaan ingin menunda bad news sehingga perusahaan akan meminta auditor untuk menjadwal ulang penugasan audit yang lebih lama dari biasanya. Kedua, auditor akan lebih teliti selama proses audit jika percaya bahwa kerugian ini mungkin disebabkan karena kegagalan perusahaan dan kecurangan manajemen informasi tentang laba perusahaan, sehingga auditor membutuhkan waktu yang lama dalam mengaudit laporan keuangan.

2.5.4. Pengaruh Tingkat Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban-kewajiban baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya, Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. TDTA (Total Debt to Total Asset) dapat dihitung sebagai berikut:

Image

Perusahaan yang kondisi rasio hutang terhadap asset nya yang tinggi akan terlambat dalam penyampaian pelaporan keuangan, karena waktu yang ada di gunakan untuk menutupi kondisi dan melakukan segala cara agar kondisi tersebut tidak diketahui oleh pihak yang berkepentingan dalam laporan keuangan.

1.5.3. Pengaruh Tingkat Profitabilitas

Untuk menilai tingkat profitabiltas perusahaan dilihat dari laba bersih sebelum pajak. Perusahaan yang mengumunkan rugi atau tingkat profitabilitas yang rendah, maka akan membawa reaksi negatif terhadap pasar dan turunnya penilaian atas kinerja perusahaannya. Sedangkan perusahaan yang mampu menghasilkan profit akan cenderung mengalami audit delay yang lebih pendek, sehingga good news tersebut dapat segera disampaikan kepada para investor dan pihak yang berkepentingan.

Image

Sebagai dasar pemikiran bahwa tingkat keuntungan dipakai sebagai salah satu cara untuk menilai keberhasilan efektivitas perusahaan, tentu saja berkaitan dengan hasil akhir dari berbagai kebijakan dan keputusan perusahaan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam periode berjalan.

Dari penjelasan atas hubungan antar variabel diatas, maka dapat dibuat kerangka pemikiran sebagai berikut:

Image

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Populasi dan Sampel

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari objek yang karakteristiknya akan diteliti. Populasi yang ingin diambil oleh penulis adalah emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sedangkan sampel adalah sebagaian wakil dari populasi yang diteliti. Sampel dilakukan dengan tujuan dan target tertentu. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan kriteria. Kriteria tersebut, pertama adalah perusahaan tergolong perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan terdaftar sebagai emiten perbankan yang terdaftar di BEI. Kedua perusahaan menerbitkan atau mempublikasikan laporan keuangan yang telah di audit tahun 2008 -2012 secara lengkap sesuai dengan data yang diperlukan oleh peneliti dalam melakukan penulisan ini. Dari eliminasi pada emiten perbankan terdapat 28 perusahaan yang masuk dalam kriteria peneliti.

3.2. Sumber dan Jenis Penelitian

Data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data laporan keuangan diperoleh melalui website www.idx.co.id dan website perusahaan terkait.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengumpulan data penelitian yaitu dengan metode dokumenter yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasi dan menganalisis data sekunder berupa laporan auditor independen, laporan keuangan tahunan. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan yaitu dengan membaca, mempelajari literature dan informasi lainnya yang terkait dengan lingkup pembahasan penelitian ini.

Metode sampel yang diterapkan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

3.4. Variabel Penelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel independen dan variable dependen.

3.4.1. Variabel Independen (X):

3.4.1.1. KAP (Kantor Akuntan Publik) = X1

Kantor Akuntan Publik adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memeproleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang berusaha di bidang pemberian jasa profesional dalam praktek akuntan publik.

KAP (Kantor Akuntan Publik) dikategorikan menjadi Big Four dan Non Big Four. KAP big four adalah sebagai berikut:

KAP Price Waterhouse Coopers (PWC), bekerjasama dengan KAP Drs. Hadi Sutanto & Rekan, Haryanto Sahari & Rekan.
KAP Klynveld Peat Marwick Goerdele (KPMG), bekerjasama dengan KAP Sidharta-Sidharta & Widjaja.
KAP Ernest & Young (E & Y), bekerjasama dengan KAP Prasetio, Sarwoko, & Sanjadja.
KAP Deloitte Touche Thomatsu (DTT), bekerjasama dengan KAP Hans Tuanakotta & Mustofa, Osman ramli satrio & Rekan.
Kategori KAP merupakan variable dummy dimana KAP yang memiliki hubungan internasional (big four) diberi nilai 1 (satu) dan yang tidak memiliki hubungan internasional (non big four) diberi nilai 0 (nol).

3.4.1.2.Opini Auditor = X2

Opini Auditor adalah pendapat yang diberikan oleh auditor independen atas laporan keuangan yang disajikan oleh suatu perusahaan. Opini auditor dalam penelitian diukur dengan melihat jenis opini yang diberikan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan emiten perbankan yang terdaftar di BEI.

Ada lima jenis pendapat yang diberikan oleh auditor kepada perusahaan. Dalam penelitian ini pendapat auditor dibedakan menjadi dua kelompok yaitu perusahaan yang menerima pendapat wajar tanpa pengecualian diberi kode 1 (satu) dan perusahaan yang menerima pendapat selain wajar tanpa pengecualian diberi kode 0 (nol).

3.4.1.3.Laba atau Rugi = X3

Laba menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dari usaha yang dilakukan. Namun, sebaliknya rugi menunjukkan ketidakberhasilan perusahaan dalma menjalankan usahanya.

Dalam pengukuran variabel ini dengan cara dummy yaitu nilai untuk perusahaan yang mengumumkan laba diberi nilai “1” (satu) sedangkan apabila perusahaan mengumumkan rugi diberi nilai “0” (nol).

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/