Kontroversi Teknologi Rekayasa Genetika

Kontroversi Teknologi Rekayasa Genetika

Kontroversi Teknologi Rekayasa Genetika

PADA awal bulan ini, para ilmuwan dan aktivis lingkungan berkumpul di Montreal

, Kanada, untuk membahas rekayasa genetika yang dapat berdampak pada lingkungan. Meskipun banyak pro dan kontra, teknologi rekayasa genetika yang disebut gene drive tersebut cenderung disetujui banyak pihak. Sebagian pihak beranggapan teknologi tersebut mampu mengĀ­halau spesies yang menimbulkan kematian pada spesies lain, seperti nyamuk malaria yang menewaskan hampir setengah juta orang pada tahun lalu. Pihak lain khawatir rekayasa genetika tersebut akan menjadi gerbang menuju kekacauan ekologi atau menjadikan tujuan kesehatan dan konservasi sebagai alibi untuk tujuan industri dan militer.

Salah satu pihak yang setuju ialah Badan Penelitian Lanjutan Lembaga

Pertahanan Militer AS (Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) dan Yayasan Bill and Melinda Gates. Mereka telah mengalokasikan ratusan juta dolar AS untuk penelitian gene drive dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan Yayasan Gates mengeluarkan US$1,6 juta pada musim panas tahun ini untuk memukul mundur moratorium penelitian gene drive yang diserukan pada akhir tahun lalu oleh ratusan LSM yang kontra terhadap penelitian tersebut.

Peneliti asal North Carolina State University dan anggota komite pakar

teknis ad hoc tentang biologi sintetis, Ad-hoc Technical Experts Committee/AHTEG, Todd Kuiken berada di pihak yang kontra terhadap moratorium tersebut. Ia menganggap moratorium itu tidak masuk akal.
Ia juga tidak setuju dengan adanya dana militer dalam proyek tersebut. Kuiken mengundurkan diri ketika mengetahui DARPA mengucurkan dana hibah untuk universitasnya terkait dengan penelitian genetika tersebut. Menurutnya, ada kemungkinan DARPA akan menguasai hasil penelitian.

 

sumber :

https://poekickstarter.com/blitz-brigade-apk/