Oleh dari Seminar Peradaban Islam di Ritz Carlton

Oleh dari Seminar Peradaban Islam di Ritz Carlton

Oleh dari Seminar Peradaban Islam di Ritz Carlton

Kemarin tanggal 14 April 2008, saya dan seorang teman menghadiri seminar di Ritz Carlton Doha. Hotelnya sangat mewah tak terasa di padang pasir. Seminar itu diadakan oleh Doha Academy dan pembicaranya Syeikh Zaid dan dan Syeikh Hamza Yusuf dari USA. Para peserta sekitar 200 orang dari berbagai warga negara, orang Indonesia ada enam orang termasuk saya. Biasalah kita duduk di kursi yang paling belakang. Sekedar sharing saya mencoba menuangkan dalam tulisan ini apa yang disampaikan dalam seminar itu.

Profile speakers

Syeikh Hamza Yusuf adalah pendiri The Zaytuna Institute in Hayward California, masuk Islam pada tahun 1977 ketika berumur 17 tahun. Beliau memulai mengajar di kelas di san fransisco Bay awal tahun 1990
dan mendirikan Zaituna Institute tahun 1996. Kali ini beliau menyampaikan topik The Forgotten Debt : Contribution to Western Civilization.

Zaid Shakir juga masuk Islam pada tahun 1977 ketika bertugas sebagai militer di US Air Force, meraih gelar sarjana di Ameerican University Washington DC jurusan hubungan internasional, juga mendapat gelar master dari Rutgers University dalam ilmu politik. Sejak tahun 2003 mengajar di Zaituna Institute dalam berbagai mata kuliah. Menyampakan materi The Ethical Foundations of the Islamic Civilization

Abstrak

Sudah menjadi maklum bahwa kemajuan dunia modern sekarang ini dipegang oleh negara barat dalam segala bidang kehidupan. Dalam kehidupan bernegara siapakah negara adi kuasa, ekonomi siapa yang mengendalikan,
sosial budaya dan lain sebagainya.

Adapun negara atau bangsa-bangsa lain saat ini berusaha mengejar ketinggalannya dengan memanfaatkan segala potensi yang ada. Ada yang mengembangkan sumber daya manusianya melalui pendidikan dan mengirim anak bangsa ke negara maju, mengembangkan industri, eksplorasi sumberdaya alamnya, mengembangkan sosial budaya, politik dan lain sebagainya.

Kebanyakan negara-negara muslim adalah negara berkembang dan mereka berusaha mengejar ketinggalannya dengan bangsa barat dengan mengadopsi sistem yang mereka punya. Sebagai contoh yang nyata adalah standard-standard yang kita pakai dalam pekerjaan kita, misalnya BS, AWS, ANSI, API, ISO, EIC, AISC, ACI dan lain sebagainya adalah produk-produk kemajuan bangsa barat. Teknologi informasi dan kemampuan menguasai luar angkasa sampai keberhasilan manusia mendarat di Bulan semuanya dipegang oleh barat dan bukti kemajuan mereka.

Seminar ini bermaksud menggali konsep Islam tentang peradaban dan ingin membuktikan bahwa Islam-lah konsep yang paling ideal untuk mengembangkan peradaban atau kemajuan di masa mendatang. Islam telah terbukti mencapai puncak kemajuannya dimasa lalu dan bahkan kemajuan dunia modern saat ini tidak lepas dari kontribusi peradaban Islam.

Pengertian Peradaban

Peradaban berasal dari kata beradab atau dalam bahasa inggrisnya civilization mempunyai lawan kata tidak beradab atau barbarian. Atau berasal dari kata kota, dimana masyarakat kota mempunyai keterikatan terhadap aturan-aturan tertentu. Berikut saya coba copy paste tentang definisi peradaban.

Istilah peradaban, yang dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari civilization (bahasa Inggris), dan dari al hadharah atau al madaniyah (bahasa Arab), muncul pertama kali di Barat untuk mengungkapkan perkembangan materi/fisik, industri, dan bangunan yang berkembang secara cepat pada masa-masa moderen yang dimulai dari abad XV M. Hanya saja, seiring dengan perjalanan waktu, istilah peradaban itu kemudian mempunyai pengertian baru. Peradaban kemudian diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki oleh suatu bangsa, masyarakat, atau umat, berupa warisan-warisan pengetahuan/nilai, karakter-karakter khas, dan inovasi-inovasi yang membedakannya dengan komunitas-komunitas lain. Dengan demikian, ketika membicarakan peradaban, para sejarawan dan pemikir akan membicarakan berbagai macam
peradaban, baik peradaban masa lalu maupun masa sekarang, misalnya peradaban Mesir kuno, Yunani, Sumeria, Romawi, Persia, Cina, India, Eropa Abad Pertengahan, Islam, Barat kontemporer, Komunisme, dan
sebagainya.

Namun demikian, penggunaan istilah peradaban secara demikian ini bukannya tidak menimbulkan kerancuan. Sebab mereka yang menggunakan istilah peradaban, telah memasukkan ke dalamnya apa saja yang
dimiliki, diwarisi, atau ditemukan oleh sebuah masyarakat, baik itu berupa pemikiran, hukum, seni, penemuan ilmiah, dan sebagainya. Dengan demikian, tidak dibedakan hal-hal yang memang menjadi karakter-karakter khusus suatu masyarakat, dan hal-hal yang tidak menjadi karakter-karakter khusus suatu masyarakat. Padahal, tatkala kita berbicara tentang peradaban suatu masyarakat, sebenarnya kita hendak berbicara mengenai cara hidup suatu masyarakat yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Sudah jelas bahwa setiap masyarakat
hakikatnya mempunyai suatu cara hidup tertentu yang membedakannya dengan masyarakat yang lain, yang menjadikannya sebagai komunitas manusia dengan kepribadian, warna, dan identitas tertentu. Cara hidup
inilah sebenarnya yang hendak diungkapkan dengan istilah peradaban.

Dalam menjelaskan arti peradaban ini sebagai contoh adalah kisah Nabi Yusuf a.s. dan Zulaikha. Ini adalah kisah ketika Zulaikha sebelum mendapatkan hidayah.

Sumber : https://andyouandi.net/