Waspada! Anak Terancam Sulit Berkembang Jika Keseringan Main Gadget

Waspada! Anak Terancam Sulit Berkembang Jika Keseringan Main Gadget

Waspada! Anak Terancam Sulit Berkembang Jika Keseringan Main Gadget

Kesehatan-Gadget memang bisa menjadi media edukasi untuk anak.

Bunda dan Ayah dapat mencari beragam konten yang mendidik, seperti bagaimana cara mewarnai, menari, menggambar, atau membuat prakarya.

Selain itu, Gadget bukan hal tabu bagi anak- anak saat ini. Tidak sedikit seorang anak yang usianya dibawah 10 tahun sudah bisa mengoprasikan. Namun jika digunakan secara berlebihan, gadget dapat memberikan dampak yang tidak baik pada perkembangan anak.

Dilansir dari allodokter.com, dampak yang akan terjadi antara lain:
BacaLagi
KKP dan Perinus Berdamai Soal KJA Sabang, FNI: Proses Hukum harus Jalan Terus
Industrialisasi Laut dan Penataan Sistem Ikan Nasional

1. Terlambat bicara

Salah satu dampak dari sering menggunakan gadget adalah anak

menjadi terlambat bicaraatau mengalami masalah dalam bicara.

Umumnya, anak usia 6 bulan sudah mulai bisa mengeluarkan kata yang belum memiliki arti, seperti “Baba” atau “Yaya”, dan seiring bertambah usianya, kosakatanya akan semakin bertambah. Anak-anak dapat belajar banyak kosa kata baru jika sering diajak bicara oleh orang tuanya.

Lalu, bagaimana Si Kecil bisa lancar bicara jika setiap hari Bunda memberikannya gadget dan tidak melatihnya untuk bicara? Jika hal ini diteruskan, jangan kaget bila Si Kecil jadi lebih banyak diam dan malas untuk bicara.

2. Tidak bisa bersosialisasi

Berada di depan layar gadget bisa membuat Si Kecil malas untuk beranjak kemana-mana.

Pada akhirnya, buah hati Bunda tidak bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain sebayanya atau orang-orang di sekitarnya. Jika dibiarkan, bisa saja dia tumbuh menjadi pribadi yang antisosial, karena lebih asik dengan gadget-nya.

3. Kesulitan untuk fokus belajar

Karena kecanduan dengan penggunaan gadget, Si Kecil jadi malas untuk belajar. Dia juga jadi mudah lupa karena ingatannya hanya tertuju pada konten yang biasa ia lihat.

Misalnya, Bunda sering memberikan Si Kecil film kartun yang berbahasa tidak jelas

(tidak berbentuk kata), dia mungkin jadi lebih terbiasa mengucapkan bahasa tersebut daripada bahasa sehari-hari. Padahal, Bunda dan Si Kecil pun tidak tahu apa arti dari kata-kata tersebut.

Selain itu, Si Kecil juga akan rewel jika Bunda melarangnya menggunakan gadget, dan Bunda akan kesulitan untuk mengajarkan hal-hal baru kepadanya karena dia hanya terpaku pada gadget.

 

Baca Juga :