Latih Kepedulian Lingkungan, Wartawan Kediri Diajak ke Ekowanawisata Bambu di Jawa Barat

Latih Kepedulian Lingkungan, Wartawan Kediri Diajak ke Ekowanawisata Bambu di Jawa Barat

Latih Kepedulian Lingkungan, Wartawan Kediri Diajak ke Ekowanawisata Bambu di Jawa Barat

PT Gudang Garam Tbk mengajak puluhan wartawan dari sejumlah media massa di Kediri mengunjungi Ekowanawisata Bambu di Jawa Barat. Ada beberapa titik tempat yang dikunjungi diantaranya, Dusun Bambu dan Saung Angklung Udjo (SAU) Bandung.

“Kunjungan ini, kami kemas dalam bentuk Program Media Gathering 2019 yang diadakan 31 Oktober – 3 November 2019. Pada kesempatan ini, kami ajak berkunjung ke Dusun Bambu dan Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat,” kata Kabid Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono.

Iwhan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyaksikan secara langsung pengelolaan ekowisata berbasis pelestarian lingkungan yang memberi nilai ekonomi masyarakat. Seperti halnya di Dusun Bambu, yang merupakan ekowanawisata pertama dan berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11 Cisarua, Bandung Barat.

Di kawasan yang memiliki ketinggian 1.500 mdpl, Dusun Bambu menyajikan lanskap menarik dengan udara dingin nan sejuk, khas lingkungan di kaki pegunungan. Objek ekowanawisata ini dibangun dari keprihatinan terhadap sebuah lahan di Bandung Barat, yang tak diperhatikan oleh petani setelah panen.
Baca Juga:

Pikat Generasi Milenial, Sekelompok Ibu Rumah Tangga Lahirkan Batik Motif Kontemporer
Tumpangi Ojek Online, Santri Pesantren di Kediri Hilang
Walikota Kediri Buka Kuliah Umum Generasi Muda Indonesia di Era Industri 4.0
Ribuan Pelajar Serbu Pameran Pendidikan di Basement SLG Kediri

Pada tahun 2008, beberapa pengusaha memiliki ide mengembalikan lahan yang memprihatikan tersebut,

untuk diperbaiki. Salah satunya dengan menjadikan lahan konservasi bambu.

“Proses pengembalian lahan seluas 15 hektare agar hijau kembali ternyata tak mudah. Diperlukan sedikitnya 100.000 bibit tanaman bambu untuk menciptakan surga alam yang bisa dinikmati semua orang,” katanya.

Usaha penghijauan Dusun Bambu membutuhkan waktu lama, dari tahun 2008 hingga tahun 2011. Setelah vegetasi alam Dusun Bambu mulai pulih, dibangunlah beberapa bangunan dengan konsep hijau (green). Lantaran, arsitektur harus berpikir keras untuk membangun sebuah bangunan yang dapat menyatu dengan alam, dan tetap memiliki nilai estetika tinggi.

Bahkan, hingga pada 16 Januari 2014, Dusun Bambu mampu bermetamorfosa menjadi ekowanawisata

pertama di Jawa Barat dengan misi 6-E (Edukasi, Ekonomi, Etnologi, Etika, Estetika dan Entertainment).

Selain di Dusun Bambu, rombongan juga bertandang ke Saung Angklung Udjo (SAU). Lokasi ini adalah destinasi wisata yang dilengkapi tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu SAU juga menjadi laboratorium kependidikan dan pusat belajar kebudayaan Sunda, khususnya angklung.

Area wisata ini, didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati.

Tempat itu dibangun untuk melestarikan seni tradisional Sunda. Tak heran jika suasana tempat ini begitu segar dikelilingi pohon-pohon bambu. Aneka kerajinan bambu dan interior bambu hingga alat musik bambu bisa dijumpai di Saung Angklung Udjo.

Iwhan berharap, melalui agenda tersebut, ke depan kalangan jurnalis Kediri dan karyawan PT GG Tbk yang ikut bersama rombongan Media Gathering 2019, mulai tergerak melakukan tindakan untuk mencegah, menjaga, dan mengurangi kerusakan lingkungan.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/makalah-kedisiplinan-sekolah/