Table of Contents

KONSEPTUAL LOBBING

KONSEPTUAL LOBBING

KONSEPTUAL LOBBING

Kegiatan lobbying merupakan aktivitas komunikasi yang memilikibanyak tujuan, antara lain; membangun saling mengertian (mutual of understanding) yang berarti upaya untuk memahami apa yang dipersepsikan orang lain terhadap kita, memahami apa yang diinginkan, yang tidak diinginkan, yang diprediksikan, sampai sikap-sikap dominan. Demikian juga sebaliknya, dengan kegiatan komunikasi tersebut orang lain juga akan memperoleh hal yang sama. Itulah yang disebut komunikasi timbale balik (two traffic communication).

Upaya memahami identifikasi pihak lain itu tidak kalah pentingnya dari upaya memahami pesan yang disampaikan, apalagi pesan tersebut hanya satu kali disebutkan, mempunyai potensi salah memahami. Komunikasi bagai mata pisau, satu sisi dapat menimbulkan perpecahan namun di sisi lain juga dapat menggelapkan, satu sisi dapat memberi faedah sisi lain dapat menimbulkan bencana, satu sisi dapat menimbulkan harmoni sisi yang lain dapat mengobarkan konflik.

Tak heran bila seorang penulis buku terkenal dari Amerika Serikat, Sean Covey, memberi kata bijak “kita punya paradigm bukan saja tentang diri kita sendiri, melainkan juga tentang orang lain. Memandang segalanya dari sudut yang berbeda dapat membantu kita memahami mengapa orang bersikap seperti itu”. Melalui lobbying dapat menelisik pesan-pesan yang bukan saja eksplisit, tapi juga implicit, tersembunyi. Dengan demikian, lobi dapat menjadi alat pendeteksi ampuh untuk mengetahui gejala yang tidak tertangkap.