IGTKI Banyuwangi: BOP Turun, Tekanan Datang

IGTKI Banyuwangi BOP Turun, Tekanan Datang

IGTKI Banyuwangi BOP Turun, Tekanan Datang

Penggunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tak selamanya berjalan

sesuai harapan. Bahkan, datangnya dana itu kerap kali membuat para guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Banyuwangi dalam tekanan. Pasalnya, justru mereka sering mendapat tekanan. Bahkan, beberapa sekolah TK bahkan tegas menolak aliran dana ini.

Salah seorang perwakilan IGTKI Gambiran, Ismiati mengaku, awalnya tidak mau mengambil PO (Pre Order). Namun, karena mendapat tekanan dari rekanan akhirnya memutuskan untuk memesan. “Setiap hari nangis, kalau dengar BOP gemetar melihat administrasinya begitu,” katanya saat bertemu dengan Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Selasa (19/3/2019).
Baca Juga:

Sempat Buron, Kajari Kabupaten Malang Eksekusi Mantan Camat Turen

Kesulitan Cari Tersangka, Polda Jatim Belum Serahkan Kasus Amblesnya Jalan Gubeng ke Kejati

Mereka sadar, barang yang dipesan tak sesuai dengan peruntukan. Misal buku, alat peraga dan susu.
“Kasusnya masalah susu mencuat dari kecamatan kami, banyak kemasan yang menggelembung. Belum kadaluarsa, tapi rusak. Dan banyak anak yang keracunan dari susu itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Puji Lestari ketua IGTKI Kabupaten Banyuwangi mengaku saat ada proyek

, sering dihadapkan dengan oknum yang mengatasnamakan kejaksaan. “Demi Allah kami dari IGTKI Banyuwangi tidak pernah menerima dari rekanan atas barang yang ditawarkan ke kita. Meskipun, kita dipaksa untuk membeli barang mereka,”

 

 

Sumber :

https://situsiphone.com/