Analisa Kasus Cybercrime : Cyberterrorisme

Analisa Kasus Cybercrime

Analisa Kasus Cybercrime

Cyberterrorisme merupakan kejahatan kemanusiaan dan peradaban suatu bangsa atau negara. Cyberterrorisme atau kejahatan terorrisme dapat merugikan secara materi atau financial , kejahatan Cyberterrorisme dapat juga menimbulkan kemarahan dan kebencian sebagian, kumpulan atau komunitas yang merasa dirugikan atau tidak dirugian akibat tindakan dari Cyberterrorisme tersebut.

Kejahatan Cyberterrorisme dapat terjadi dalam kondisi tidak diduga, cepat, memiliki target, sesuai moment tertentu dan sering menggunakan identitas kelompok tertentu dalam proses melakukan kejahatan Cyberterrorisme tersebut.

Untuk memahami defenisi tentang Cyberterrorisme ( Cyberterrorism ) yang pertama didapat dari Black’s Law Dictionary, yang menjelaskan sebagai berikut : Cyberterrorism, “Terrorism committed by using a computer to make unlawful attacks and threats of attack againts computer, networks, and electronically stored information, and actually causing the target to fear or experience harm.”

Seseorang yang melakukan kejahatan cyberterrorisme sesuai defenisi diatas dapat disebutkan media yang digunakan adalah sebagai berikut :

Penggunaan komputer
Tujuannya untuk melakukan penyerangan, serangan tersebut ditujukan kepada sistem komputer dan data,
Serta adanya akibat rasa takut pada korban.
Bentuk atau karakter pertama cyberterrorism adalah sebagai tindakan teror terhadap sistem komputer, jaringan, dan/atau basis data dan informasi yang tersimpan didalam komputer, dan beberapa contoh dari bentuk ini adalah :

Unauthorized Access to Computer System dan Service. Merupakan kajahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer.
Denial of Service Attacks (DOS). Penyerangan terhadap salah satu servis yang dijalankan oleh jaringan dengan cara membanjiri server dengan jutanan permintaan layanan data dalam hitungan detik yang menyebabkan server bekerja terlalu keras dan berakibat dari matinya jaringan atau melambatnya kinerja server.
Cyber Sabotage and Extortion. Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, pengrusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.

Viruses. Virus adalah perangkat lunak yang telah berupa program, script, atau macro yang telah didesain untuk menginfeksi, menghancurkan, memodifikasi dan menimbulkan masalah pada komputer atau program komputer lainnya.
Physical Attacks. Penyerangan secara fisik terhadap sistem komputer atau jaringan. Cara ini dilakukan dengan merusak secara fisik, seperti pembakaran, pencabutan salah satu devices komputer atau jaringan menyebabkan lumpuhnya sistem komputer.

Sumber : http://theeacher.isblog.net/dosenpendidikan-introduces-high-school-study-materials-on-their-website-11733434