Gelar Pesantren Alam, Model Refleksi Zulhijjah untuk Generasi Z

Gelar Pesantren Alam, Model Refleksi Zulhijjah untuk Generasi Z

Gelar Pesantren Alam, Model Refleksi Zulhijjah untuk Generasi Z

Setidaknya dua hal yang menjadi urgensi atas kedua moment di atas, yaitu refleksi & kontemplasi manusia

atas keagungan Allah SWT dalam proses Wukuf di Arafah sebagai puncak Ibadah Haji, dan pengorbanan serta ketaatan insan manusia terhadap Allah SWT yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS & Nabi Ismail AS. Sehingga, tidak mengherankan jika  saat Zulhijjah banyak amalan sunah yang sangat dianjurkan, seperti puasa sunah, berzikir, berkurban dan berderma, membaca qur’an, bersilatuhrami, dan pastinya mendekatkan diri kepada Allah  SWT.

Keseharian masyarakat urban memiliki tingkat kepenatan yang tinggi, maka Zulhijjah menjadi salah satu moment yang tepat untuk refleksi dan kontemplasi, sejatinya diperlukan untuk mengisi kesehatan EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) individu.

Bulan Zulhijjah, sejatinya adalah salah satu bulan yang dihormati. Bagi umat muslim di seluruh dunia,

bulan ini menjadi waktu yang ditetapkan sebagai puncak pelaksanaan Ibadah Haji, dan bertepatan dengan Hari Raya Qurban.

Salah satu komposisi penduduk dunia saat ini diwarnai oleh kehadiran Generasi Z, yaitu generasi yang lahir pada rentang tahun 2001-2010. Di Indonesia, generasi Z  berada pada komposisi penduduk muda dengan kisaran 30% (BPS, 2017), atau disebut juga sebagai penduduk usia remaja atau pra-remaja. Tidak bisa dihindari, bahwa dalam 30 tahun ke depan mereka menentukan ritme pembangunan bangsa. Karakter umur generasi ini cenderung ingin instan, bergantung pada teknologi, mementingkan popularitas di media sosial, memiliki ambisi besar untuk suskses, mencintai kebebasan.

Merujuk potensi dan tantangan generasi Z  memang tidak mudah, saat Zulhijjah ini menjadi bagian masa

yang penting untuk proses refleksi dengan menanamkan nilai ketaatan, pengorbanan dan kedermawanan, sehingga generasi Z  dapat menyeimbangkan kemampuan intelektual, dengan kemampuan emosi dan spiritual.

Di awal Zulhijjah tahun ini, Siswa kelas 5 SD Islam Al-Azhar Kemandoran Jakarta Selatan memiliki aktivitas Pesantren Alam (SALAM) selama 3 hari 2 malam di Cigombong, Sukabumi. Pesantren Alam ini merupakan salah satu sarana untuk menanamkan nilai  pengorbanan dan ketaatan manusia terhadap Sang Pencipta melalui refleksi kegiatan Haji. Siswa diajak bersimulasi atas ritual yang dilakukan di dalam ibadah Haji dan memahami makna dari setiap ritual tersebut. Diskusi untuk memaknai proses ritual menjadi salah satu hal essensial, karena umumnya generasi Z memiliki pola fikir kritis dan praktis yang perlu disejajarkan dengan koridor spiritual yang tepat untuk mengimbangi proses perkembangan berfikirnya.

Selain hal di atas, siswa juga diajak untuk menyisihkan uang jajannya dalam usaha berkurban di Zulhijjah, sehingga siswa mampu memulai secara nyata keutamaan berderma dan berbagi dengan sesama.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom