Cara Cerdas Menilai Pemberian Obat pada Anak

Perilaku pemberian obat pada anak tanpa tahu takaran yang tepat adalahsalah satu misal pemakaian obat yang tidak rasional. Badan kesehatan dunia, WHO, memperkirakan lebih dari separuh obat yang diresepkan, diberikan, dan dipasarkan secara tidak tepat. Sebagai tambahan, lebih dari separuh pasien juga diduga keliru dalam mengonsumsi obat.

Mengenal Rational Use of Medicine

Ayah dan Bunda zaman now barangkali tidak asing dengan istilah Rational Use of Medicine atau disingkat dengan RUM. Meskipun demikian tidak jarang terjadi kesalahpahaman pada orang tua dalam merealisasikan RUM guna menilai pemberian obat pada anak.

Sebagian orang tua barangkali memandang RUM berarti menunda pemberian obat pada anak yang sakit sekitar mungkin. RUM bahkan ditafsirkan sebagai tidak memakai obat sama sekali dan tidak mempedulikan daya tahan tubuh anak yang menyembuhkan penyakit.

Bagaimana menilai pemberian obat pada anak yang tepat?

Secara alami tubuh anak sudah mempunyai mekanisme untuk menjaga dan menyembuhkan diri dari penyakit. Akan tetapi, urusan ini tidak berarti sebuah tindakan pengobatan ialah hal yang berlebihan atau bahkan sia-sia.

Menjadi orang tua yang anti terhadap obat sebab adalahhal yang tidak tepat. Hal urgen yang butuh Bunda pahami ialah bagaimana memahami apakah pemberian obat pada anak tepat atau tidak. Nah, prinsip-prinsip RUM ini yang butuh Bunda pakai.

Berdasarkan Modul Penggunaan Obat Rasional yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2011, terdapat 5 urusan yang butuh Bunda simaklah untuk memahami ketepatan pemberian obat pada anak. Nah, sebagai berikut 5 TEPAT dalam menilai pemberian obat pada anak

Tepat indikasi

Setiap situasi penyakit mempunyai spektrum terapi yang sempit. Artinya ialah tidak terdapat satu terapi yang bisa mengatasi tidak sedikit penyakit sekaligus.

Sebagai misal pada pemakaian antibiotik. Obat ini bekerja secara spesifik guna melawan bakteri. Oleh karena itu, terapi memakai antibiotik hanya dipakai untuk penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri.

Anak yang menderita flu pasti tidak perlu diserahkan antibiotik sebab penyakit ini diakibatkan oleh virus. Antibiotik hanya diserahkan bila telah tegak diagnosis dokter bahwa penyebab penyakitnya ialah bakteri.

Tepat pemilihan obat

Obat dipilih menurut efek terapi yang cocok dengan situasi penyakit dan dengan mempertimbangkan rasio guna dengan risiko. Sebagai misal pada permasalahan anak demam, opsi kesatu obat yang diberikan ialah parasetamol. Obat ini adalahobat yang sangat aman salah satu golongan antipiretik lainnya.

Tepat dosis

Dosis adalahtakaran yang menilai apakah obat mempunyai efek terapi yang efektif atau berisiko memunculkan efek samping. Obat yang diresepkan dokter mesti diminum sesuai takaran yang diberikan. Bila Bunda melakukan pembelian obat yang dipasarkan bebas maka informasi mengenai teknik pemakaian dan peringatan mesti dibaca baik-baik.

Tepat teknik pemberian

Pemberian obat yang benar mencakup tiga urusan yaitu teknik diberikan untuk anak, frekuensi atau interval masa-masa pemberian, dan lama pemberian. Tepat teknik pemberian obat bakal mengurangi bisa jadi pemakaian obat yang salah.

Tepat informasi

Pasien mempunyai hak atas segala informasi terapi yang diserahkan kepadanya. Bunda memiliki keharusan untuk mencari semua informasi dari dokter anak. Dengan demikian, Bunda bisa terus mengawasi perkembangan kesembuhan anak setelah diserahkan obat.

Sumber : http://fewiki.jp/link.php?https://www.pelajaran.co.id/