2019, Keterampilan di Pesantren Ditingkatkan

2019, Keterampilan di Pesantren Ditingkatkan

2019, Keterampilan di Pesantren Ditingkatkan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih akan terus merevitalisasi

pendidikan vokasi atau SMK. Tahun depan, sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo, Kemendikbud akan memperkuatkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang bertanggung jawab dalam pendidikan vokasi.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan, selama ini pihaknya telah melakukan revitalisasi secara besar-besaran untuk peningkatan kompetensi siswa SMK.

Hanya saja, anggaran untuk merevitalisasi SMK tidak sebanding dengan jumlah SMK

secara keseluruhan di Indonesia. ”Kemendikbud hanya mengelola 7 persen dari total anggaran. Terkait SMK ini ada Kementerian lain juga ikut bertanggung jawab misalnya Kemenaker, Kementerian perindustrian juga mengelola anggaran.

Jadi itu presiden menghendaki adanya keterpaduan koordinasi antar kementerian jadi sangat mutlak,” kata Muhadjir, (27/12). Selain itu, kata Muhadjir, pada 2019 nanti Kemendikbud juga bakal berupaya untuk meningkatkan keterampilan dilingkungan pesantren.

Hal itu dilakukan sesuai dengan fokus pemerintah pada tahun 2018 dan 2019 yakni pembangunan kualitas sumber daya manusia

(SDM) khususnya melalui pengembangan vokasi.

”Ini sesuai dengan instruksi presiden juga yang mengatakan bahwa Indonesia harus segera memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja yang ada saat ini agar bisamenjadi tenaga kerja yang terlatih dan terampil,” ucap dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad menilai SMK yang tidak memiliki sarana prasana yang memadai perlu dirombak. Terlebih saat ini sekitar 8.200 SMK dari total 10.300 SMK di Indonesia yang tidak memiliki sarana prasana memadai.

 

Baca Juga :