Studi Banding ke Negeri Kanguru, Bupati Lepas 39 Guru SMP Berprestasi

Studi Banding ke Negeri Kanguru, Bupati Lepas 39 Guru SMP Berprestasi

Studi Banding ke Negeri Kanguru, Bupati Lepas 39 Guru SMP Berprestasi

SOREANG – Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser melepas 39 guru SMP

yang berprestasi se-Kabupaten Bandung untuk diberangkatkan studi banding ke Adelaide City, Australia, kemarin (17/11). Pelepasan tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung, kawasan Kantor Pemerintan Daerah Kabupaten Bandung.

Menurut Dadang, keberangkatan guru-guru SMP ke Australia menjadi program tahunan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk guru-guru tingkat SD, SMP dan SMA. Namun saat ini, khusus guru tingkat SMP yang berangkat ke Negeri Kanguru. Ini dalam rangka program yang dinamai Teacher Provesional Depelocment, sebagai upaya untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas serta kemampuan para guru di daerahnya.

”Jadi saya harus bangga semoga program ini bisa terus bergulir. Guru-guru harus meneningkatkan daya saing pendidikan Kabupaten Bandung usai belajar di negara maju Australia dengan bersungguh-sungguh,” kata Dadang.

Dirinya mengungkapkan, keberangkatan para guru, akan banyak yang bisa digali dari studi

banding ini. Apalagi, Australia memang dikenal sebagai negara maju di bidang pendidikan.

”Bagaimana metodologi manajemen pendidikan yang ada di Australia agar bisa diterapkan di Kabupaten Bandung. Tapi, biasanya di sela kekosongan mereka menanyakan tentang budaya-budaya Indonesia. Jadi intinya, mau belajar tentang manajemen pendidikan di sana,” ungkapnya.

Dia pun berharap, para guru yang diberangkatkan ini bisa benar-benar serius menimba ilmu di Australia. Tujuannya, agar sepulangnya dari sana mereka bisa menularkan ilmu yang didapatkan kepada guru lainnya yang tidak berangkat, maupun kepada murid-muridnya..

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung Juhana menuturkan

, tujuan dari program ini lebih kepada peningkatan profesionalisme guru. Di mana, sub tujuan yang akan dikembangkan adalah didaktik, medaktik dan paedagogik.

”Seperti bagaimana strategi pembelajaran dan pemahaman-pemahan tentang psikologi perkembangan. Sehingga layanan pendidikan cocok dan tepat dengan potensi anak,” tuturnya.

Menurut Juhana, Australia dikenal sebagai negara pendidikan dan memang teori-teori pendidikan di Indonesia banyak belajar dari produk Australia. Oleh karena itu, dia berharap dari studi banding ini, secara perlahan ada peningkatan pendidikan baik kualitas proses maupun produk.

”Untuk studi banding tahun lalu itu guru SMA yang ke Australia. Dan dari hasil studi banding itu, sudah diimplementasikan. Di antaranya penguatan terhadap pendidikan karakter dan penguatan terhadap budaya literasi. Karena di sana (Australia, red), budaya baca sudah bagus sehingga disini pun mulai berjalan saat ini,” katanya.

 

Sumber :

https://balad.org/teks-eksplanasi/