Perbedaan antara Pedagogi dengan Andragogi

Perbedaan antara Pedagogi dengan Andragogi

Perbedaan antara Pedagogi dengan Andragogi
Perbedaan antara Pedagogi dengan Andragogi

Untuk memahami perbedaan antara pengertian pedagogi dengan pengertian andragogi yang telah dikemukakan, harus dilihat terlebih dahulu empat perbedaan mendasar, yaitu :

1. Citra Diri


Citra diri seorang anak-anak adalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah.


2. Pengalaman


Orang dewasa dalam hidupnya mempunyai banyak pengalaman yang sangat beraneka. Pada anak-anak, pengalaman itu justru hal yang baru sama sekali.Anak-anak memang mengalami banyak hal, namun belum berlangsung sedemikian sering. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan proses pedagogi, pengalaman itu justru dialihkan dari pihak guru ke pihak murid. Sebagian besar proses belajar dalam pendekatan pedagogi, karena itu, dilaksanakan dengan cara-cara komunikasi satu arah, seperti ; ceramah, penguasaan kemampuan membaca dan sebagainya. Pada proses andragogi, cara-cara yang ditempuh lebih bersifat diskusi kelompok, simulasi, permainan peran dan lain-lain. Dalam proses seperti itu, maka semua pengalaman peserta didik dapat didayagunakan sebagai sumber belajar.


3. Kesiapan Belajar


Perbedaan ketiga antara pedagogi dan andragogi adalah dalam hal pemilihan isi pelajaran. Dalam pendekatan pedagogi, gurulah yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihannya, serta kapan waktu hal tersebut akan diajarkan. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator.

4. Nirwana Waktu dan Arah Belajar

Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini. Arah pencapaiannya adalah penemuan suatu situasi yang lebih baik, suatu tujuan yang sengaja diciptakan, suatu pengalaman pribadi, suatu pengalaman kolektif atau suatu kemungkinan pengembangan berdasarkan kenyataan yang ada saat ini. Untuk menemukan “dimana kita sekarang” dan “kemana kita akan pergi”, itulah pusat kegiatan dalam proses andragogi. Maka belajar dalam pendekatan andragogi adalah berarti “memecahkan masalah hari ini”, sedangkan pada pendekatan pedagogi, belajar itu justru merupakan proses pengumpulan informasi yang sedang dipelajari yang akan digunakan suatu waktu kelak.

C. Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi

Langkah-langkah kegiatan dan pengorganisasian program pendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogi, selalu melibatkan tujuh proses sebagai berikut :

1. Menciptakan iklim untuk belajar
2. Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu
3. Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai
4. Merumuskan tujuan belajar
5. Merancang kegiatan belajar
6. Melaksanakan kegiatan belajar
7. Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai.

Andragogi dapat disimpulkan sebagai :

1. Cara untuk belajar secara langsung dari pengalaman
2. Suatu proses pendidikan kembali yang dapat mengurangi konflik-konflik sosial, melalui kegiatan-kegiatan antar pribadi dalam kelompok belajar itu
3. Suatu proses belajar yang diarahkan sendiri, dimana kira secara terus menerus dapat menilai kembali kebutuhan belajar yang timbul dari tuntutan situasi yang selalu berubah.

D. Prinsip-prinsip Belajar untuk Orang Dewasa

1. Orang dewasa belajar dengan baik apabila dia secara penuh ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan
2. Orang dewasa belajar dengan baik apabila menyangkut mana yang menarik bagi dia dan ada kaitan dengan kehidupannya sehari-hari.
3. Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila apa yang ia pelajari bermanfaat dan praktis
4. Dorongan semangat dan pengulangan yang terus menerus akan membantu seseorang belajar lebih baik
5. Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila ia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuannya, kemampuannya dan keterampilannya dalam waktu yang cukup
6. Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman lalu dan daya pikir dari warga belajar
7. Saling pengertian yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri utama dari orang dewasa membantu pencapaian tujuan dalam belajar.


Sumber : gurupendidikan.co.id

4 Tips Cara Untuk Menentukan Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

4 Tips Cara Untuk Menentukan Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah

Untuk anda yang baru lulus atau bakal lulus, anda mungkin bakal bertanya-tanya apa yang mesti dilaksanakan selanjutnya. Dengan begitu tidak sedikit pilihan kegiatan tersedia di luar sana, mana yang sesuai buat kamu?

Hal kesatu yang mesti dilakukan ialah jangan panik! Kompetisi dalam menggali pekerjaan untuk lulusan baru dapat jadi paling kompetitif. Namun tidak boleh cepat-cepat menanam diri guna stress terhadap kondisi ini.

Lembaga pemeringkatan universitas internasional, QS World Rankings memberikan sejumlah tips untuk lulusan baru dalam menilai kegiatan yang sesuai untuk kamu:

1. Mengikuti apa yang kamu mau dan impikan

Hal kesatu yang perlu anda lakukan sebagai fresh graduate ialah membangun kesadaran diri. Yang perlu anda lakukan melulu merefleksikan empiris masa lalu, yang bakal membantu anda menemukan kegiatan apa yang tepat dan cocok.

Coba pikirkan sejumlah pertanyaan berikut: Hal apa yang unik atau mengasyikkan dari gelar yang anda raih? Bagaimana dengan empiris magang apakah ada kegiatan yang mengena di hati? Apakah ada kegiatan yang tidak anda sukai atau selalu anda hindari?

Pikirkan pula apa yang menjadi kekuatan anda selama ini. Keterampilan, minat, nilai, semangat dan pasti saja keterampilan apa yang anda merasa paling kuat atau unggul?

Faktor gaji pun dapat menjadi pertimbangan. Berapa gaji yang hendak kamu raih di masa depan, karir apa yang mesti anda ambil? Namun terdapat pula ekuilibrium hidup yang menjadi pertimbangan, seperti kegiatan yang tidak sedikit memberikan waktu untuk keluarga atau mengembangkan diri.

2. Melihat proyeksi masa depan

Tidak ada salah satu kita yang mempunyai bola kristal dan menyaksikan jelas masa depan. Namun kamu pun perlu menginginkan bagaimana anda dan pekerjaanmu dalam 5 tahun ke depan, misalnya https://www.pelajaran.id . Adakah kesempatan untuk mengembangkan diri? Adakah kesempatan untuk menambah nilai hidup?

Sasaran anda mungkin akan ingin berubah sekitar bertahun-tahun, namun secara borongan sangat menolong untuk mempunyai semacam destinasi akhir dalam pikiran, yang bakal membantu anda tetap termotivasi dalam menjalani masa mendatang nantinya.

3. Mencari rekan diskusi

Jika masih bingung dalam menilai pilihan, tidak terdapat salahnya mengunjungi layanan karir andai yang seringkali ada di kampus. Dengan empiris dan akses yang mereka miliki, mereka bisa membantu anda dalam memilih kegiatan yang cocok.

Mungkin mereka bakal dapat menyerahkan pandangan-pandangan bertolak belakang bila anda menemukan kebuntuan dalam pilihan.

Kamu pun dapat berkata dengan rekan dan family yang dapat jadi mengenal anda lebih baik daripada anda sendiri. Dari ‘kacamata’ berbeda, mereka dapat menganjurkan pekerjaan yang cocok dengan kemampuan dan minat yang anda miliki. Pertimbangkan pun untuk bertukar pikiran dengan lulusan yang lebih dulu sudah terjun di dunia kerja.

4. Melihat kesempatan di masa depan

Langkah urgen lainnya dalam memilih pekerjaan ialah melihat kesempatan apa yang terbuka untuk kamu, dan apakah kualifikasi kamu sesuai untuk karier yang anda inginkan.

Kamu tidak butuh terpaku dengan gelar yang anda miliki. Ingat bahwa tidak sedikit perusahaan bakal menerima alumni dari bidang apa pun, sampai-sampai pilihan anda tidak perlu diberi batas pada gelar yang anda miliki!

Cobalah pun menjadi fleksibel, sebab keterampilan anda dapat cocok dengan sekian banyak  industri, tidak saja yang mesti cocok dari gelar anda miliki. Penting pun untuk bersikap realistis. Banyak orang lantas memutuskan guna memperdalam bidang beda yang diperlukan dunia kerja ketika ini.

Baca Juga:

Teknik Penulisan Daftar Pustaka

Teknik Penulisan Daftar Pustaka

Pada bagian akhir sebuah tulisan ilmiah sudah dibakukan tersajinya daftar acuan yang dipakai dalam menyusun naskah karangan. Daftar acuan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca, tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam daftar acuan, sedangkan  semua sumber yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar pustaka.

Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Teknik Penulisan Daftar Pustaka

Pada umumnya, unsur yang ditulis dalam daftar acuan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit, halaman  (volume dan nomor halaman untuk jurnal). Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi bergantung jenis sumber pustakanya.

 

  1. Acuan dari Buku
    a. Buku yang berisi satu karangan dan ditulis oleh  satu atau lebih dari satu orang
    Penulisan acuan disusun sebagai berikut: Nama penulis ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul buku dicetak miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata hubung. Edisi atau jilid/cetakan dalam kurung (jika ada). Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:)

 

Contoh:

Faizal, S. 1992. Format-Format Penelitian Sosial: Dasar-Dasar dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali

Press.

 

Frankle, R. T. & Owen, A. Y. 1978. Nutrition in the Community: The Art of  Delivering Services.
Saint Louis: The C.V. Mosby Company.

 

Rifai, M. A. 2001. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan Karya Ilmiah 
          Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

Strunk, W. Jr. & White, E. B. 1979. The Elementry of  Style (3rd ed.). New York: Macmillan.

 

Tiro, M. A. 2000. Analisis Regresi dengan Data Kategori. Makassar: Makassar State University
Press.

 

  1. Beberapa buku dengan penulis yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama
    Nama penulis ditulis di depan, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan  seterusnya, yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdarsarkan abjad judul buku-bukunya.

 

Contoh:

Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging Issues. Atlanta, GA:

Career Ladder Clearinghouse.

 

Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Career Ladders: Lessons from the States. Atlanta, GA:
Career Ladder Clearinghouse.

 

  1. Buku yang berisi kumpulan artikel (Ada editornya)
    Penulisan acuan sama dengan penulisan acuan dari buku ditambah  dengan tulisan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, di antara nama penulis dan tahun penerbitan.

 

Contoh:

Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds.). 1980. Bilingual Education: Teaching English As A Second 

          Language. New York: Praeger.

 

Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra.
Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.

 

  1. Buku dari kumpulan artikel atau bunga rampai (Ada editornya)
    Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Diikuti kata “Dalam” kemudian nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, dengan menyingkat nama depan dan nama tengah (kalau ada), diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya dicetak miring, disusul tempat penerbitan dan nama penerbit. Kalau eitornya juga sebagai penulis salah satu artikel yang diacu, maka penulisan namanya juga dua kali.

 

Contoh:

Bridsal, N. & McGreevey, W. P. 1983. Women, Poverty, and Development. In M. Buvinic, M. A.

Lycette. & W. P. McGreevey (Eds.), Women and Poverty in the Third World. Baltimore:

The Johns Hopkins University Press.

 

Karyadi, M. A. 1996. Pengembangan  Tempe di Lima Benua. Dalam Sapuan & Soetrisno  (Eds.).
           Bunga Rampai Tempe Indonesia. Jakarta: Yayasan Tempe Indonesia.

 

Soekarnoputri, R. 1991. Peranan Wanita dalam Kehidupan Politik di Indonesia.  Dalam M. G. Tan
(Ed.), Perempuan Indonesia: Pemimpin Masa Depan? Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

 

  1. Acuan dari Artikel dalam Jurnal
    Nama penulis ditulis paling depan diikuti tahun penerbitan dan judul artikel yang ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring, dan huruf awal dari setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung. Bagian akhir ditulis berturut-turut  tahun ke berapa atau volume (kalau ada), nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.

 

Contoh:

Ahmad, S. 1994. Peranan Ibu dalam Mempersiapkan Generasi Pembangunan Abad XXI.  

          Bungawellu: Jurnal Kajian Wanita,1(1), 1 – 22.

 

Caliendo, M. A. & Sanjur, D. 1978. The Dietary Status of Preschool Children: An Ecological
Approach. Journal  of  Nutrition Education,10 (2), 69 – 72.

 

Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi. Forum Penelitian,
1(1), 33-47).

 

  1. Acuan dari Internet
    a.  Artikel dalam jurnal
    Nama penulis ditulis seperti acuan dari jurnal cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal dicetak miring dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber acuan disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

 

Contoh:

Griffith, A. I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for Schooling. Education Policy 

          Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No. 1 (http://olam.ed.asu.edu/epaa/, Diakses 12

Februari 1997).

 

Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu 
          Pendidikan, (Online), jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, Diakses 20 Januari 2000).

 

  • Karya Individual
    Nama penulis ditulis seperti acuan  dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya dicetak miring dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber acuan disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

 

Contoh:

Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm 

          before the Storm (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, Diakses 12
Juni 1996).

 

  • Bahan Diskusi
    Nama penulis ditulis seperti acuan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi dicetak miring, dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber acuan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

 

Contoh:

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, 

          (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, Diakses 22 November 1995).

 

  • E-mail Pribadi
    Nama pengirim (jika ada) ditulis paling depan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).

 

Contoh:

Davis, A. (a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail

kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au).

 

Naga, Dali. S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali

 

Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id).

 

  1. Acuan Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM
    Penulisannya pada daftar acuan sama dengan acuan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-Romnya dalam kurung.

 

Contoh:

Krashen, S., Long, M. & Scaecella, R. 1979. Age, Rate and Eventual Attainment in Second

Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13:573-82 (CD-ROM Quarterly-Digital, 1997). Referensi : kuliahbahasainggris.com

Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia di Dunia Merosot

Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia di Dunia Merosot

Kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia mengalami penurunan di mata dunia. Hal ini keluar bersama dengan merosotnya rangking lebih dari satu perguruan tinggi Indonesia didalam pemeringkatan world yang dijalankan Quacquarelli Symonds (QS), baru-baru ini.

QS University Ranking ini merupakan acuan resmi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI untuk mengukur mutu kelembagaan perguruan tinggi Indonesia ke tingkat dunia.

Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia di Dunia Merosot

Pemeringkatan QS World University Rangkings 2019 dijalankan pada nyaris 1.000 kampus paling baik di 84 negara di dunia. Hasilnya, peringkat kampus paling baik di Indonesia ditempati oleh Universitas Indonesia (UI), disusul Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di dunia, UI duduki peringkat ke-292, merosot berasal dari tahun di awalnya yang berada di peringkat ke-277. Di kategori universitas-universitas di Asia, peringkat UI berada di urutan ke-54.

Sedangkan, kalau diurutkan berasal dari kampus paling baik se-Asia Tenggara, peringkat UI berada di posisi ke-9. Tertinggal berasal dari dua kampus paling baik di Singapura, lima kampus paling baik di Malaysia dan satu kampus paling baik di Thailand.

Dua kampus paling baik di Singapura itu yaitu National University of Singapore dan Nanyang Technological University bahkan duduki peringkat ke-11 dan 12 di dunia. Sedangkan, lima kampus paling baik di Malaysia berada di 250 besar bersama dengan peringkat tertinggi di 87 dunia oleh Universiti Malaya.

Secara keseluruhan, UI berhasil menghimpun skor 34,8 berasal dari 100. Angka itu didapat berdasarkan hasil berasal dari reputasi akademik, reputasi alumni, mahasiswa, predikat fakultas, rasio fakultas internasional, dan rasio mahasiswa internasional.

ITB duduki peringkat ke-359. Peringkat ini menurun 28 posisi berasal dari tahun di awalnya yang berada di daerah ke-331. Rangking ITB di Asia berada di daerah ke-65 dan di Asia Tenggara di daerah ke 11. Sementara, UGM berada di urutan ke 391. Meningkat berasal dari tahun di awalnya yang berada di kisaran 401-410. Peringkat UGM di Asia berada di nomer 85 dan di Asia Tenggara di posisi ke-14. https://www.ruangguru.co.id/

Perguruan tinggi lainnya, belum mampu unjuk gigi di 500 besar dunia. Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran bertengger di peringkat 700-an ke bawah.

Dari pemeringkatan tersebut, peringkat pertama kampus paling baik dunia diduduki Massachussets Institute of Technology (MIT) AS, diikuti kemudian Stanford University (AS), Harvard University (AS), California Institute of Technology (AS), dan University of Oxford (Inggris) di lima besar.

Bank Dunia: Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Rendah

Bank Dunia: Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Rendah

Bank Dunia (World Bank) menyebut bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih rendah, meski perluasan akses pendidikan untuk masyarakat dianggap udah meningkat cukup signifikan.

Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Rendah

Indonesia sendiri udah mencanangkan program reformasi pendidikan untuk membenahi mutu sektor ini selama 15 th. sejak 2002.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves menjelaskan mutu pendidikan yang rendah tercermin dari peringkat Indonesia yang masih berada di posisi tertinggi dari negara-negara tetangga. Indikator peringkat mutu pendidikan ini tercermin didalam kuantitas kasus buta huruf.

“Misalnya, 55 prosen anak usia 15 th. di Indonesia secara fungsional buta huruf, dibandingkan tidak cukup dari 10 prosen di Vietnam,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/6).

Sementara dari segi akses pendidikan, kuantitas siswa yang kini mampu bersekolah meningkat cukup signifikan. Adapun peningkatan akses ini ditunaikan bersama dengan menambah pembiayaan, peningkatan partisipasi para pelaku lokal didalam tata kelola pendidikan, peningkatan akuntailitas dan mutu guru, sampai meyakinkan kesiapan siswa.

Sayangnya, hasil berikut belum mampu melakukan perbaikan mutu pendidikan di Indonesia. Bank Dunia lihat masih tersedia sejumlah tantangan yang masih belum terselesaikan, andaikata tidak meratanya akses pendidikan itu dengan sebutan lain masih tersedia ketimpangan.

Dari sini, Bank Dunia lihat mesti tersedia perluasan akses pendidikan yang lebih merata dan sesuai bersama dengan standar pendidikan internasional, baik secara kurikulum maupun praktik. Selain itu, pemerintah juga mesti menambah beberapa syarat kualifikasi guru sampai meluncurkan kampanye perbaikan mutu pendidikan.

Sedangkan dari segi pengaturan anggaran pendidikan, pemerintah dinilai mesti mengimbuhkan anggaran berdasarkan kinerja dan mutu pendidikan yang mampu dibangun daerah.

“Rekomendasi lain, sehingga melengkapi mekanisme pembiayaan yang tersedia untuk pendidikan bersama dengan transfer yang targetnya ditetapkan bersama dengan baik dan berbasis kinerja untuk sekolah dan kabupaten tertinggal,” katanya.

Menanggapi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan memang mutu pendidikan di Tanah Air masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Padahal, dari segi anggaran, dana untuk pendidikan udah raih Rp444 triliun atau kira-kira 20 prosen dari keseluruhan membeli Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Menurutnya, hal ini karena persoalan pendidikan tak mampu diselesaikan dari segi anggaran saja. Namun, mesti pula dibahas secara teknis bersama dengan tiga kementerian yang berkenaan langsung, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan Kementerian Agama (Kemenag).

“Ada juga lebih dari satu kementerian lain yang punyai anggaran pendidikan vokasional atau teknikal. Selain itu, tempat juga mesti turut sebagai keharusan untuk membayar pendidikan penuh, andaikata terhadap gaji dan tunjangan guru,” jelasnya.

Khusus untuk mutu pendidikan, ia bilang, yang menjadi tantangan di beragam negara adalah kasus manajemen dan efektivitas belajar anak di sekolah.

“Begitu juga bersama dengan kurikulum dan text book, itu perlu sehingga negara mampu menyiapkan trik didalam membangun SDM bersama dengan tantangan yang ada, andaikata industrialisasi, teknologi yang berubah, dan keterbukaan informasi,” pungkasnya

Cara yang Benar Mendidik Anak Patut Dicontoh

Tiap orangtua biasanya akan selalu memberi bimbingan dan arahan yang tepat supaya nanti jadi manusia yang baik serta berakhlak mulia sebagaimana yang telah kita inginkan pada saat mereka telah jadi dewasa. Pada tahapan masa emas sang anak yakni tepatnya di usia 0 hingga 3 tahun umumnya awal yang paling baik untuk memulia mendidik sebagai dasar pengetahuan sebab di masa inilah dimana perkembangan otak anak akan terjadi dengan cepat dan juga pesat, sehingga buat Anda para orangtua yang bijak semestinya jangan sampai kehilangan momen penting tersebut.

Cara yang Benar Mendidik Anak Patut Dicontoh
Cara yang Benar Mendidik Anak Patut Dicontoh

Cara yang benar dalam mendidik anak ini semestinya berupaya mengajak dan juga memotivasi anak kearah yang lebih positif untuk bisa lebih berani lagi dalam menemukan hal-hal baru secara spiritual, intelektual, dan juga emosionalnya. Akan tetapi kebanyakan kesalahan pada orangtua merupakan hanya dirasakan cukup dengan cara memasukkan anaknya ke sekolah, tanpa harus memberikan bimbingan internal yang lebih mendalam lagi  untuk menggali sifat serta tingkah laku sih anak yang pada akhirnya bakal menimbulkan perilaku yang tak diinginkan.

Cara mendidik anak yang patut dicontoh

Menanamkan sifat lembut dan kasih sayang yang tulus

Dengan memberikan tutur kata yang lembut, maka seorang anak nantinya akan mendengarkan perkataan orangtuanya dengan baik. Selain hal tersebut tunjukkan kasih sayang yang tulus pada sang anak. Kedua sifat ini memang mutlak dan juga harus dilakukan, sebab dengan begitu anak akan merasa lebih berarti dan juga diutamakan.

Mengajarkan sifat mandiri dan tanggung jawab

Khususnya untuk para orangtua seharusnya lebih belajar untuk bisa mempercayai anaknya akan tetapi tanpa anak sadari orangtuanya juga tetap memantau dari jauh, dan tanpa memberikan pengekangan atau melindungi kesalahan yang dilakukan. Mulai dari hal yang paling kecil dalam sifat kemandirian dan juga tanggung jawab seperti dengan mengajarinya membereskan mainan setelah bermain, dan lain sekolah.

Jangan turuti semua keinginan sih anak

Menuruti semua keinginan anak Anda bukan cara mendidik yang baik dan benar, sebab tindakan tersebut hanya akan menjadikan anak jadi manja dan juga selalu andalkan orang lain. meskipun Anda begitu sangat menyayanginya, akan tetapi juga jangan yang terlalu memanjakan serta mengikuti semua inginya, sebab pada dampaknya anak Anda akan jadi tidak mandiri dan juga malas sebab selalu berpikir ada orangtua yang nantinya akan memberi segalanya yang dia inginkan.

Mengajari anak agar tidak berbohong

Silakan Anda ajarkan kepada anak untuk selalu terbuka mengenai keadaan dalam segala hal, baik menyangkut perasaannya atau pun beberapa kendala-kendala yang dihadapi.

Demikian informasi tentang cara yang benar mendidik anak patut dicontoh yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. sumber : sekolahbahasainggris.com

Peran Psikolog Perkembangan Sih Kecil Usia Sekolah

Psikolog perkembangan sih kecil pada usia sekolah ini tak dapat dipisahkan begitu saja dari perkembangan dan juga pertumbuhan anak sejak dia dilahirkan. Perkembangan motorik dan juga fisik sangat berhubungan erat dengan perkembangan psikis sih anak itu sendiri. Peranan psikolog perkembangan untuk anak-anak jadi pengiring pertumbuhan dan juga perkembangan anak secara holistic.

Peran Psikolog Perkembangan Sih Kecil Usia Sekolah
Peran Psikolog Perkembangan Sih Kecil Usia Sekolah

Yang mana dalam rentang waktu anak-anak alami pertumbuhan serta perkembangan, baik fisik atau pun mental yang pesat. Pada saat anak-anak usia dini perlu dididik untuk bisa membangun karakter serta mental yang baik. Pasalnya perkembangan pada masa anak-anak ini mempengaruhi bagaimana pertumbuhan dewasa anak nanti.

Psikolog perkembangan anak pada usia sekolah

Pada saat masa anak-anak umumnya alami masa perkembangan keemasan. Anak-anak di msa ini alami pertumbuhan yang cukup pesat. Yang mana pertumbuhannya dimulai dari kemampuan berpikir, emosi, motorik, dan juga perkembangan social. Hal yang demikian tersebut akan berlanjut sampai anak-anak masuk masa sekolah. Psikolog perkembangan anak pada usia sekolah adalah hal primer yang harus diketahui oleh para orangtua dan juga guru. Sebab pada masa sekolah ini merupakan masa perkembangan dan juga pertumbuhan anak di dalam memasukkan nilai, norma, dan juga pembentukan karakter sebagai manusia.

Lonjakan perkembangan psikologi anak-anak akan terjadi pada saat mereka berusia 0 hingga 8 tahun, yang mana setelah tahun tersebut berakhir maka lonjakan perkembangan anak berhenti. Pada masa ini adalah masa kritis penanaman nilai-nilai hidup bagi anak untuk bisa hadapi masa depannya nanti. Lonjakan perkembangan tersebut membutuhkan dukungan dan juga perhatian secara penuh dari orangtuanya. Untuk mendukung tumbuh dan juga berkembangnya anak ada baiknya orangtua lebih memperhatikan tentang perkembangan anak-anaknya.

Sedangkan di usia 0 hingga 7 tahun, anak-anak akan alami masa pertumbuhan, baik motorik atau pun psikis. Selain hal tersebut fungsi dari kognitif anak-anak di masa tersebut juga sedang alami lonjakan perkembangan. Fungsi kognitif pada anak di masa ini alami beberapa tahapan operasional. Tahapannya adalah tahap sensorimotor, pra operasional, konkret operasional, dan formal operasional. Selain hal tersebut, anak-anak nantinya juga akan alami perkembangan bahasa serta sosio emosional.

Pada tahapan perkembangan psikologi sosio emosional anak ini akan dimulai dari tahapan percaya dan curiga, tahapan mandiri dan ragu, tahapan berinisiatif dan bersalah, yang mana tahapan perkembangan tersebut dimilai dari usia anak sekitar 0 hingga 5 tahun. Melihat hal tersebutlah menjadikan psikologi perkembangan anak di usia dini memang perlu diperhatikan baik-baik oleh setiap orangtua.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan tentang peran psikolog perkembangan sih kecil usia sekolah. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi. sumber : dosenpendidikan.com

Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Pendidikan Psikologi

Pada kehidupan di dunia ini memang terdapat banyak sekali cabang dan disiplin ilmu yang dapat dipelajari. Dan memang sebagai manusia sudah sepantasnya bagi kita untuk mempelajarinya. Salah satu cabang dan disiplin ilmu yang penting dipelajari adalah ilmu psikologi.

Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Pendidikan Psikologi
Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Pendidikan Psikologi

Memang tak banyak orang yang menganggap penting ilmu ini akan tetapi sebenarnya setiap orang penting memahami tentang pendidikan psikologi karena pendidikan psikologi sangat berkaitan erat dengan hubungan antara seseorang dengan orang yang lainnya. Karena itu sebenarnya setiap orang belajar ilmu pendidikan psikologi sebagai bekal interaksi jangka panjang dengan orang lain. Dalam dunia psikologi, ada salah satu bidang keilmuwan yang penting juga yaitu belajar membaca pikiran orang lain. Karena ini memang merupakan inti dari pendidikan psikologi. Hanya saja sampai saat ini tak banyak orang yang bisa melakukan ini. Lantas apa saja kunci dari membaca pikiran orang lain dalam pendidikan psikologi?

Kunci Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Pendidikan Psikologi

Memperhatikan ekspresi mata

Ekspresi dan juga gerakan mata merupakan suatu bahasa tubuh yang paling sering untuk digunakan dalam mendeteksi ciri – ciri orang yang sedang berbohong. Mata tak akan berani menatap secara langsung mata orang lain dengan indikasi yang kuat ketika seseorang sedang melakukan tindakan kebohongan. Pupil mata membesar dan memberikan indikasi bahwa seseorang merasa kaget dan tidak nyaman dengan posisinya saat itu.

Jarak diantara Anda berdua

Cara yang satu ini juga termasuk salah satu cara yang sangat mudah dalam belajar memahami pikiran orang lain. Apakah ia merasa aman dan nyaman berada di dekat Anda atau apakah dia menganggap diri Anda sebagai sosok yang dapat dipercaya atau tidak. Semua ini bisa terlihat dari jarak duduk yang terjadi diantara Anda berdua.

Mirroring

Mirroring ini merupakan suatu tindakan dimana seseorang mencoba meniru gerakan dan juga bahasa tubuh secara tidak sadar misalkan seperti posisi duduk, posisi kaki dan juga caranya meletakkan tangan. Dan teknik ini juga biasanya sering digunakan oleh orang – orang yang menyadarinya untuk memberikan manipulasi pikiran orang lain dan membuatnya merasa jauh lebih nyaman.

Perhatikan nada bicara

Perubahan nada dan tempo suara mengindikasikan banyak hal. Entah dari nada bicara yang lambat ke sedang, sedang ke tinggi, dan sebagainya. Semua ini memberikan indikasi tentang sesuatu hal. Karena itu pahami soal nada bicara dengan sebaik mungkin. Perhatikan juga apakah ada tanda bosan atau ragu dari  lawan bicara Anda.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang Kunci Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Pendidikan Psikologi. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi Anda. sumber : www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/