Perbanyak Startup, Perguruan Tinggi Didorong untuk Tanamkan Jiwa Wirausaha

Perbanyak Startup, Perguruan Tinggi Didorong untuk Tanamkan Jiwa Wirausaha

Perbanyak Startup, Perguruan Tinggi Didorong untuk Tanamkan Jiwa Wirausaha

Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

(Kemristekdikti) Jumain Appe mengatakan, dalam upaya mendorong perguruan tinggi menjadi agent of economic development untuk menghasilkan inovasi penggerak ekonomi, maka sejak 2016 Kemristekdikti memiliki kebijakan berupa pendanaan untuk mengembangkan produk inovasi teknologi yang berasal dari perguruan tinggi melalui program Calon Perusahan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT).

Dijelaskan dia, program ini mendorong penyempurnaan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototype dan fase prakomersial untuk disiapkan menuju komersial. Namun, dari 558 CPPBT yang lolos seleksi, hanya 59 atau 10,57 persen CPPBT yang dapat naik ke kelas PPBT. Kondisi ini menandakan bahwa walaupun sudah disempurnakan prototype dari produk tidak serta merta naik kelas menjadi startup. CPPBT tetap mengharapkan dukungan dana dan tidak dapat mandiri.

Menyikapi kondisi tersebut, Jumain menuturkan, pihaknya terus mendorong

peneliti dari perguruan tinggi untuk menanamkan jiwa  wirausaha. Dalam hal ini hasil penelitian dan pengembangan perguruan tinggi harus mengarah pada hasil, sehingga penelitian yang dilakukan tidak hanya sebatas paper dan hak paten, tetapi dapat dikomersialkan.

“Memang penelitian dari perguruan tinggi sebagian besar mati di tengah jalan, untuk itu kami dorong agar perguruan tinggi ini jangan hanya menghasilkan paper dan mendaftarkan paten tetapi tanamkan jiwa wirausaha, di samping mengembangkan skill,” kata Jumain pada saat Peresmian Pelatihan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Perguruan Tinggi di Hotel Grand Mercure Hotel, Jakarta, Senin (4/8/2019) malam.

Lanjut dia, pola pikir peneliti yang belum mengarah pada jiwa enteprenuer ini menjadikan hasil penelitian perguruan tinggi belum bisa berkembang. Selain itu, penelitian yang dilakukan hanya sebatas kebutuhan akademik sehingga tidak berdampak pada kebutuhan lokal atau masyarakat. Padahal, Indonesia sangat kaya sumber daya alam (SDA) yang dapat dimanfaatkan baik untuk dalam negeri maupun ekspor.

Selanjutnya, Jumain menuturkan, untuk mendorong perguruan tinggi tanamkan jiwa wirausaha,

maka Kemristekdikti akan segera mengeluarkan Permenristekdikti terkait dengan skema penilaian perguruan tinggi. Dalam hal ini, skema penilaian perguruan tinggi saat ini berbasis pada input dan proses yang dilihat dari berapa jumlah dosen gelar S2, S3 dan profesor akan beralih pada berapa output dan outcome perguruan tinggi.

Ada pun perbandingannya 60 persen outcome dan input 40 persen sehingga hal tersebut dapat mengubah pola pikir peneliti perguruan tinggi untuk berorentasi pada wirausaha dan tidak hanya sebatas mencari kerja. Pasalnya, secara teknologi, tidak dapat diragukan lagi. Namun, minusnya jiwa wirausaha sehingga CBBPT tidak dapat mandiri dan tidak dapat berkembang sehingga hasil inovasi tidak dikomersialkan.

Oleh karena itu, untuk CPPBT 2019 ini, Jumain menuturkan, sebelum menjalankan usaha atau menjadi wirausaha, diberikan pembinaan serta pelatihan. Pasalnya anggaran yang dialokasikan untuk 132 CPPBT baru ini bertujuan agar dapat meningkat PPBT menjadi startup. Dengan begitu dapat mendukung global ekonomi Indonesia.

Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemristekdikti, Retno Sumekar mengatakan, berkaca dari hasil sebelumnya, maka pada 2019 ini para CPPBT diberikan pelatihan melalui kegiatan CPPBT Boot Camp 2019 yang bertujuan mengembangkan dan mengutamakan skill serta pengetahuan CPPBT sehingga ke depannya dapat menjadi PPBT yang unggul.

“Kegiatan CPPBT Boot Camp ini akan diselenggarakan selama tiga hari mulai dari 8 hingga 10 April dan diikuti oleh 132 perserta dari 70 perguruan tinggi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,”ujarnya.

Adapun agenda kegiatan ini meliputi seminar, workshop, inspirational talk, dan succes story dari calon PPBT tahun sebelumnya yang berhasil naik kelas ke PPBT.

 

Sumber :

http://pendidikanku.web.unej.ac.id/2019/08/12/sejarah-kisah-kelahiran-raja-sisingamangaraja/