KPAI Minta Siswa Pembocor Soal UNBK Matematika Dirahasiakan

KPAI Minta Siswa Pembocor Soal UNBK Matematika Dirahasiakan

KPAI Minta Siswa Pembocor Soal UNBK Matematika Dirahasiakan

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sekolah menengah atas (SMA)

untuk mata pelajaran matematika diwarnai dengan kebocoran soal. Diketahui, soal Matematika yang diujikan pada hari kedua, Selasa(2/4) ini tersebar melalui percakapan di grup jejaring media sosial (medsos) LINE.

Soal-soal UN yang tersebar tersebut dilakukan oleh perserta yang memotret soal UNBK mengunakan kamera ponsel dan disebarkan di grup medsos. Bahkan, Kementerian dan Kebudayaan(Kemdikbud) telah melakukan penelusuran jejak digital dan telah memberikan sanksi kepada peserta yakni pembatalan hasil ujian. Sedangkan kepada pengawas tidak diperbolehkan menjadi pengawas lagi paling tidak selama UNBK berlangsung.

Merespons laporan tersebut, Komisioner Komisi Pengerlindungan Anak Indonesia

(KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyampaikan apreasiasi kepada Kemdikbud yang bertindak cepat menangani masalah tersebut.

 

“KPAI mengapresiasi Kemdikbud yang segera melakukan penelusuran digital dan langsung memberikan sanksi, baik kepada siswa pelaku maupun guru pengawas ruangnya. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memberikan efek jera dan pembelajaran kepada yang bersangkutan maupun orang lain agar tidak melakukan perbuatan yang sama,”kata Retno kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) pada Rabu (3/4/2019) petang.

Meksi demikian, Retno menuturkan, KPAI juga mendorong Kemdikbud dan Dinas Pendidikan terkait untuk tidak membuka identitas anak pelaku. Dalam hal ini, meskipun anak salah, namun tetap diberikan kesempatan memperbaiki diri. “Sepengetahuan KPAI, dalam system ujian CBT(Computer Based Test,red) semacam UNBK ini, nyaris tidak ada kemungkinan kebocoran soal, kalaupun ada soal sejenis sebagaimana di foto oleh siswa tersebut, pastilah tidak persis sama dengan soal yang didapat peserta lain pada sesi yang berbeda atau sesi berikutnya,” ujar Retno.

Selanjutnya, terhadap guru pengawas ruang, Retno sependapat dengan Kemdikbud

yang memberikan sanksi tidak boleh menjadi pengawas lagi selama UNBK berlangsung. Selain lalai dan melakukan pelanggaran Prosedur Operasional Standar(POS) UN. Dalam hal ini peserta UNBK seharusnya tidak boleh membawa handphone ke ruang ujian dan dilarang memfoto soal.

“Kelalaian pengawasan akan menjadi pendorong peserta ujian yang notabene masih usia anak melakukan perbuatan iseng ataupun disengaja memfoto soal karena ada kesempatan. Pengawasan ketat harus dimulai dari pintu masuk ruang ujian saat pemeriksaan bawaan peserta ujian,” ujarnya.

Retno juga mengimbau Kemdikbud dan dinas pendidikan di daerah untuk mewanti-wanti sekolah dan guru pengawas ruang agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa. Pasalnya, pelaksanaan UN untuk jenjang SMA dan Madarasah Aliyah (MA) ini masih berlangsung pada Kamis(4/4) untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan dilanjutkan pada Senin(8/4) untuk mata pelajaran pilihan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud

 

Sumber :

http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-311171-Umum-Sejarah%20Nini%20Pelet.html