Orang Tua Calon Siswa Ngamuk, Katanya Panitia PPDB Tidak Adil

Orang Tua Calon Siswa Ngamuk, Katanya Panitia PPDB Tidak Adil

Orang Tua Calon Siswa Ngamuk, Katanya Panitia PPDB Tidak Adil

Ketegangan terjadi saat pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Bengkayang. Penyebabnya, salah satu orang tua mengamuk mengetahui anaknya tidak lulus seleksi tes yang diumumkan, Sabtu (8/7).

Sehari sebelumnya, Jumat (7/7) seluruh calon siswa-siswi SMA Negeri 1

Bengkayang mengikuti seleksi melalui tes tertulis setelah mendaftar sejak 3 Juli lalu. Kemudian pengumuman hasil tes PPDB ditempel di pintu kaca depan dan belakang gedung sekolah.

Orang tua calon siswa itu kecewa melihat hasil seleksi tes PPDB yang ditempel panitia. Karena nama anaknya tidak tertera atau dinyatakan tidak lulus seleksi.

“Proses seleksi PPDB SMA Negeri 1 Bengkayang tidak adil. Pasalnya pihak sekolah tidak menempelkan hasil seleksi siswa/siswi secara keseluruhan, baik yang lulus maupun tidak lulus,” tegas Kuen, orang tua calon siswa yang anaknya tidak lulus kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) ketika ditemui di SMA Negeri 1 Bengkayang pukul 10.00, kemarin.

Kuen mengatakan, seleksi tidak adil karena panitia hanya menempelkan calon siswa yang lulus seleksi saja. Mestinya, kata dia, mengumumkan hasil keseluruhan jumlah peserta atau nilai dari mata pelajaran yang diujikan. “Itu yang ditempel, jadi terbuka semua, bisa dilihat dan bisa dibaca siapa yang lulus dan tidaknya,” cetusnya.

Dia juga meragukan hasil seleksi yang dilakukan panitia SMA Negeri 1 Bengkayang. “Apakah mungkin dalam waktu 12 jam koreksi tes bisa segera diumumkan. Padahal untuk koreksi saja tentunya butuh waktu lama, kok dalam selang belum sampai 24 jam sudah tertera nilai siswa yang lulus. Sementara yang tidak lulus tidak tercatat berdasarkan nomor pendaftaran,” kesal PNS Pemkot Singkawang itu.

Kuen meminta kepala sekolah dan panitia mengumumkan secara terbuka.

Jika tidak, dia meminta proses seleksi diawasi oleh tim independen. “Selain itu hasil tes keseluruhan siswa, baik yang lulus dan tidak lulus harus diumumkan melalui papan pengumuman. Jika hanya diumumkan yang lulus saja, maka sulit dipahami dimana kekurangan peserta yang tidak lulus,” tegasnya.

Sebelumnya ketua panitia PPDB SMA Negeri 1 Bengkayang Wahyu Nugroho menegaskan, penerimaan siswa-siswi menyesuaikan kapasitas atau daya tampung di sekolahnya. “SMA Negeri 1 Bengkayang menentukan PPDB sesuai kapasitas enam ruangan kelas atau hanya sebanyak 216 siswa saja,” jelas Wahyu.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bengkayang Dr. Yan, S.Sos, M.Si mengaku sudah mengantisipasi PPDB dengan melakukan rapat koordinasi bersama bupati beberapa waktu lalu. Apalagi dia mengaku banyak mendapatkan telepon dan short message service (SMS) dari orangtua siswa dengan adanya sistem PPDB dengan tes seleksi.

“Seperti kita mendapatkan informasi di beberapa SMA Negeri di Kota

Pontianak tidak ada tes. Karena siapa yang bertanggungjawab atas koreksinya dan mengawasinya,” tegas Yan.

Mungkin, kata dia, karena panitia PPDB di tingkat SMA, SMK sederajat tidak perlu berkoordinasi lagi dengan Disdikbud Kebudayaan Kabupaten Bengkayang. Sehingga tidak ada informasi dan laporan yang disampaikan ke Disdikbud kabupaten. “Kita juga tidak tahu, atau mungkin pihak sekolah langsung menyampaikan kepada tingkat provinsi (Disdikbud Kalbar,” ungkapnya.

Menurut Yan, PPDB sudah ada diatur dan mengacu pada Permedikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menegah Atas (SMA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) sederajat.

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/