Filsafat secara umum

Filsafat secara umum

Secara umum Harold H. Titus dalam buku Ilmu

, Filsafat dan Agama mengemukakan bahwa filsafat adalah satu sikap tentang hidup dan tentang alam semesta, filsafat ialah satu metode pemikiran reflektif dan penyelidikan akliah, dan filsafat adalah suatu sistem pemikiran. Alfarabi seorang filosof muslim terbesar dalam buku yang sama menyatakan bahwa filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya. Herderson dalam buku pengantar filsafat pendidikan mengatakan bahwa filsafat mencoba mengajarkan suatu konsep tentang alam semesta secara sistematis dan inklusif dimana manusia bearada di dalamnya. Oleh karena itu, filosof lebih sering menggunakan intelegensi yang tinggi dibandingkan dengan ahli sains dalam memecahkan masalah-masalah hidupnya.

 

Dalam buku yang sama Sidi Gazalba

menjelaskan bahwa berfilsafat merupakan berfikir yang memiliki tiga ciri yaitu radikal, sistematis dan universal. Berfikir radikal, berfikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai pada konsekuensi yang terakhir. Berfikir itu tidak separuh-separuh, tidak berhenti di jalan, tetapi terus sampai ke ujungya. Berfikir sistematis adalah berfikir logis, bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran dengan urutan yang bertanggung jawab dan saling hubungan yang teratur. Berfikir universal tidak berfikir khusus, yang hanya terbatas pada bagian-bagian tertentu, melainkan mencakup keseluruhan. Dalam Alquran dan budaya Arab terdapat istilah hikmat yang berarti arif atau bijak. Filsafat itu sendiri bukan himat, melainkan cinta yang sangat mendalam terhadap hikmat. Dengan pengertian tersebut, maka filosof ialah orang yang mencintai dan mencari hikmat dan berusaha mendapatkannya. Menurut Al-Syaibani dalam buku Pengantar Filsafat Pendidikan, hikmat mengandung kematangan pandangan dan pikiran yang jauh, pemahaman dan pengamatan yang tidak dapat dicapai oleh pengetahuan saja. Dengan hikmat filosof dapat mengatahui pelaksanaan pengetahuan dan dapat melaksanakannya. Al-Syaibani menjelaskan bahwa hikmat yang dicintai oleh filosof dan selalu berusaha mencapainya mengandung lima unsur yaitu universal, pandangan yang luas, cerdik, pandangan perenungan (meditatif, spekulatif) dan mengetahui pelaksanaan pengetahuan tersebut atau pengetahuan yang disertai dengan tindakan yang baik. Jadi, filosof atau orang arif memiliki pandangan yang serba mungkin. Ia tidak akan puas dengan satu aspek atau satu pengalaman saja. Filosof akan memperhatikan semua aspek pengalaman manusia. Ia memiliki keistimewaan, pandangannya luas sehingga memungkinkan ia melihat sesuatu secara menyeluruh, memperhitungkan tujuan yang seharusnya. Ia akan melampaui batas-batas yang sempit dari perhatian yang khusus dan kepentingan individual.

 

Filsafat ilmu:

Adalah sesuatu yang merupakan bagian dari epistimologi (hakekat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu tersebut. (pengetahuan ilmiah). Filsafat ilmu adalah sesuatu yang merupakan telaahan secara filsafat dengan maksud untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakekat ilmu. Dalam artian apa saja manfaat yang dihasilkan dari ilmu tersebut, apa tujuannya dan apa objek yang dikaji oleh ilmu tersebut. Yang terpenting apa yang membedakan antara ilmu tersebut dengan ilmu lainnya. Sebagai contoh ilmu sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji proses-proses sosial dalam masyarakat seperti interaksi sosial. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang tergolong ilmu pengetahuan sosial karena objek kajiannya adalah masyarakat. Namun ilmu ini berbeda dengan ilmu antropologi. Dimana antropologi lebih memperhatikan aspek manusia dan kebudayaan. Relasi antara manusia dan kebudayaan merupakan objek sentral yang dikaji dalam ilmu antropologi. Bagaimana proses perkembangan suatu ilmu pengetahuan juga merupakan bahan kajian dari filsafat ilmu.

 

Filsafat menurut pendapat saya

Filsafat merupakan suatu proses berfikir secara mendalam, merenungkan sampai ke akar-akarnya tentang suatu fenoman baik itu fenomena alam, fenomena sosial, fenomena yang dialami secara pribadi dan lain sebagainya. Berfilsafat tidak sekedar merenung, namun berusaha untuk menelaan secara mendalam agar dapat mencapai hikmah dalam kehidupan.

Sumber : http://ecoledespirates.eklablog.com/teks-eksplanasi-a165655848