Wahai Para Guru, Sudahkah Memiliki Sikap ini?

Mari kami peduli! Mari kami menjadi sekarang!

Terkadang tetap tersedia yang berangkat pagi-pagi, menyampaikan materi seharian, kemudian pulang. Besoknya, kemungkinan sama. Lusa, sama. Bisa menjadi dapat serupa didalam setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun. Ya, tetap saja tersedia yang mengajar cuma untuk menggugurkan kewajiban. Sesudah itu, selesai.

Padahal, potensi terbesar untuk merubah jaman depan bangsa tersedia di pundak para pemudanya. Mereka punyai dua jalan. Jalan pertama amat mungkin mereka jatuh ke jurang kehancuran, kecanduan, dan lembah-lembah tak bermoral. Jalan ke dua amat mungkin mereka membangun pribadi yang kuat, mandiri, jujur, tanggung jawab, dan adil.
Maka, wahai para guru, kami mesti mendidik bersama dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, sudahkah kami punyai sikap ini…

– Memberikan pengalaman kala belajar

– Mengajar dan mendidik bersama dengan penuh semangat

– Berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti

– Mendidik bersama dengan cara yang disukai anak-anak

– Memberi perhatian tiap-tiap kemajuan

– Memandang semua anak berpotensi

– Senang kala anak-anak bertanya

– Senang menyaksikan anak-anak belajar

– Memuji kala dia berhasil

– Tidak marah kala anak meluruskan pengetahuan kita

– Tetap sabar kala tersedia anak mengalami kesulitan

– Menjadi teladan yang baik

– Bersikap mendidik tanpa marah kala anak jalankan kesalahan

– Menyayangi seperti anak sendiri

– Bahkan, sedih kala mendengar anak bersikap tidak baik di luar sekolah

– Dan, Mendoakannya di malam hari

Daftar di atas cuma beberapa. Kita mampu membuatnya lebih banyak. Yang mesti kami ingat adalah bahwa tiap-tiap anak coba studi berkenaan hidup berasal dari orang-orang terdekatnya baik keluarga, sekolah, ataupun lingkungan. Ketika anak tidak cukup mengerti pada sikapnya, maka mereka dapat tetap melakukannya hingga tersedia yang tunjukkan cara yang lebih baik.

Maka mari kami pikirkan pada anak-anak dan generasi muda kita! Karena kami mendidik mereka bukan untuk hadapi tantangan hari ini, melainkan tantangan di jaman yang dapat datang.

Baca Juga :