Peraturan Kelas: 5 Aturan Penting Membuatnya

Ruang kelas adalah area yang tak terduga sekaligus penuh makna. Selain studi dan bermain, di kelas, anak akan studi menghargai orang lain. Di kelas juga, anak akan saling share ilmu dan informasi. Namun, ruang kelas mampu menciptakan lebih dari itu semua.

Di kelas, anak mampu studi pilih lakukan suatu hal yang baik dan kurang baik. Anak terhitung akan studi mengenai resiko dan tanggung jawab, studi mengenai perasaan orang lain, studi mengenai keyakinan diri, menyesuaikan diri, dan mengasah kreativitas. Itu semua terkait kita, para guru, sebagai pengelola kelas.
Agar kedisiplinan dan ruang studi anak terbuka seluas-luasnya, maka mesti keputusan dan prosedur kelas. Inilah empat keputusan basic dalam sebabkan keputusan kelas.

1. Buatlah keputusan berbarengan dengan anak.

Membuat keputusan dengan anak, akan mengundang tanggungjawab bersama. Sehingga, keputusan itu nantinya akan ditegakkan dan disepakati dengan oleh masyarakat kelas. Biasanya, keputusan yang nampak akan terlalu banyak. Maka, tugas guru adalah sebabkan keputusan itu menjadi cocok dengan aturan-aturan di bawah ini.

2. Menggunakan Bahasa dan kalimat yang positif

Bahasa yang positif akan tunjukkan kepada anak didik apa yang mestinya dilakukan. Sedangkan bhs dan kalimat yang negatif akan tunjukkan kepada siswa bagaimana cara hindari sesuatu.

Contoh bhs yang positif:

Mendengarkan kala seseorang sedang berbicara

Contoh bhs yang negatif (biasanya ditandai dengan kata “jangan”/”tidak boleh”):

Jangan berlari di dalam kelas

3. Bahasa keputusan mesti jelas

Setiap anak mesti mengetahui dengan baik sebuah peraturan. Sehingga anak terhitung mengetahui apa yang mesti dilaksanakan dengan keputusan itu.

Contoh yang kurang mengetahui :

Setiap anak mesti bersikap yang baik.

Contoh yang jelas:

Mengikuti instruksi guru.

4. Usahakan kuantitas keputusan hanya sedikit

Dengan kuantitas yang sedikit, maka anak akan lebih enteng mengingat dan mematuhinya. Bagi guru, terhitung akan lebih enteng untuk mengingatkan dan menegakkan keputusan tersebut.

Contoh: keputusan ikuti instruksi guru, sudah punya kandungan banyak peraturan. Seperti duduk yang teratur pas belajar, tidak makan pas belajar, dan seterusnya.

5. Konsisten dalam penegakan

Hal perlu dalam menegakkan keputusan kelas adalah kedisiplinan dan keyakinan kami sebagai guru kepada anak. Apabila ada satu anak saja yang kami biarkan melanggar peraturan, maka anak lain akan mengikutinya secara otomatis.

Kita mesti tunjukkan kepada anak bahwa keputusan mesti ditaati dan manfaatnya akan lagi kepada kami semua.

Terakhir, sampaikan harapan dan keyakinan kami kepada anak bahwa mereka mampu menaatinya dengan baik dan penuh semangat. Karena keputusan dibikin untuk kebaikan kami bersama.

Selamat mencoba!

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/