Pembangunan Harus Berorientasi Pada Capaian Ukuran Makro dan Mikro

 

Pembangunan Harus Berorientasi Pada Capaian Ukuran Makro dan Mikro

Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) wilayah I 2017 digelar Senin (27/03/2017) di IPB Internatioal Convertion Center (IICC). Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga Teleconference dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada kepala daerah dan ratusan peserta dari wilayah I Jawa Barat yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok dan Kabupaten Cianjur.

Ahmad Heryawan mengatakan

Perencanaan itu separuh dari keberhasilan, tidak pernah ada keberhasilan tanpa perencanaan. Pada Pramusrenbang ini ia memberikan kepercayaan kepada peserta agar memprioritaskan kebutuhan masyarakat Jawa Barat (Jabar) dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Jabar. “Anggaran itu selalu terbatas dan Sumber Daya Manusia (SDM) juga terbatas. Namun kita harus  mampu bekerja dalam situasi terbatas dan tetap menorehkan prestasi optimal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jabar

Aher sapaan akrabnya, menuturkan, menghadapi masalah keterbatasan ini Pemerintah Provinsi Jabar membuat konsep perencanaan program berlanjut dengan gerakan untuk hasil yang maksimal. Misalnya, gerakan penanaman cabe di setiap rumah warga, gerakan citarum bestari yang saat ini sudah banyak pasukan eco villager di desa-desa, gerakan tebar ikan, gerakan domba priangan, gerakan sapi pasundan, termasuk juga gerakan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pedesaan. “Sekalipun anggaran terbatas, Bappeda sudah jago menganggarkan dan bisa meratakan pembangunan diberbagai tempat dan memilih dengan cermat kebutuhan masyarakat yang berdampak positif pada masyarakat,” terangnya.

Ia melanjutkan, ada ukuran dalam tujuan pembangunan yakni makro dan mikro. Di ukuran makro Jabar selalu masuk dengan ukuran cukup bagus dengan nilai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada 2016 dan inflasi hanya 2,75 persen. Ukuran ini menujukan ada kinerja baik pada kinerja pelayanan publik dan swasta.
“Namun, keberhasilan Makro akan kosong belaka jika tidak diiringi dengan keberhasilan mikronya,” ungkapnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan mikro Provinsi Jawa Barat dapat dilihat jika program perencanaan pembangunan berhasil mengurangi kemiskinan, menghilangkan pengangguran dan melestarikan lingkungan. Pada 2016 angka kemiskinan di Jabar turun di angka 7,88 persen dari sebelumnya 13 persen.

Provinsi Jabar

Provinsi Jabar juga akan merancang ijazah sertifikat  keahlian bagi lulusan SMK. Karena sering kali masuknya modal asing tidak dibarengi dengan pekerja yang bersertifikat.  “Pembangunan juga harus diriingi dengan kelestarian lingkungan. Kita tetap bisa melakukan pembangunan tanpa merusak lingkungan. Sebab pasokan hidup semuanya ada di lingkungan,” pungkasnya .

 

Artikel terkait :