Mata pelajaran SD dipangkas

Dianggap terlalu luas dan cakupannya terlalu dangkal, pemerintah akan memangkas pelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) dari 11 mata pelajaran menjadi tujuh sesuai dengan pola pikir anak-anak.

Plt Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Suyanto mengatakan, ketujuh mata pelajaran itu adalah Agama, Bahasa Indonesia, PPKN, Matematika, Kesenian, Pendidikan jasmani dan Olahraga Kesehatan, serta Pengetahuan Umum.

Dia menjelaskan, perubahan ini dilakukan karena mata pelajaran untuk siswa SD saat ini cakupannya terlalu luas namun sifatnya cenderung dangkal. Dengan perubahan tujuh mata pelajaran ini maka muatan ilmu yang terkandung didalamnya akan terfokus pada pengembangan sikap peserta didik.

Suyanto menambahkan, siswa SD khususnya di kelas 1-3 termasuk kelas bawah (low level)

yang tidak perlu memahami banyak ilmu yang terlalu padat muatannya. Kepada mereka, tenaga pendidik seharusnya memberikan pengetahuan umum dasar seperti apa itu pelangi atau mengapa terjadi banjir dengan konten pembelajaran yang disederhanakan.

“Akhir tahun ini sudah harus beres kurikulum baru itu. Tahun depan sudah harus dilaksanakan,” katanya ketika ditemui usai Pemberian Penghargaan Reko Muri untuk Bahan Ajar berbentuk Animasi Pertama di Indonesia di gedung Kemendikbud di Jakarta, Senin 1 Oktober 2012.

Mantan Rektor UNY ini menyesalkan materi ajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

yang sudah kelewat batas karena mengajarkan Baca Tulis dan Hitung (Calistung).

Beban di PAUD ini terjadi karena pendaftaran siswa baru SD sudah menuntut calon siswanya mampu Calistung meskipun Kemendikbud sudah menyebarkan surat edaran akan larangan Calistung di PAUD.

Terkait dengan peleburan mata pelajaran IPA IPS, mantan Rektor UNY ini menjelaskan, peleburan keduanya masih menjadi polemik panjang karena masih banyak pihak yang pro dan kontra. Usulan beberapa pengamat yang meminta IPA – IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Umum (IPU) menjadi masukan yang belum final dan akan digodok secara komprehensif.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/habitat-tumbuhan-paku/