Bima Paparkan Ketahanan Keluarga di Kota Bogor

 

Bima Paparkan Ketahanan Keluarga di Kota Bogor

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi Manusia IPB kembali menggelar International Summer Course Programme (ISCP) untuk kedua kalinya. Sedikitnya 18 peserta dari Indonesia, Malaysia dan Korea Selatan mengikuti kegiatan ini.

Mengawali kegiatannya, seluruh peserta diajak berkunjung ke Balai Kota Bogor, Jalan Ir. Juanda, Kota Bogor, Sabtu (25/08/2018) bertemu sekaligus mendengarkan pemaparan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Ke Balai Kota biar jadi tau apa saja yang ada di Kota Bogor, terutama terkait keluarga di Kota Bogor,” ujar Panitia Acara ISCP 2018, Fatma Putri.

ISCP tidak hanya di Kota Bogor

Fatma mengatakan, rangkaian kegiatan ISCP tidak hanya di Kota Bogor saja, peserta akan diajak ke homestay di Cipanas selama dua hari untuk melihat langsung kehidupan keluarga masyarakat atau petani disana secara langsung. Terutama bagaimana keluarga petani dapat bertahan atau menggunakan pekarangannya sebagai sumber pendapatannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Pasalnya, ISCP tahun ini mengambil tema tentang pemanfaatan pekarangan untuk kesejahteraan keluarga di Jawa Barat.

“Harapan kami kegiatan berjalan lancar, peserta jadi lebih memahami dan tentunya menambah jejaring IKK IPB sehingga dapat menjalin kerjasama antar departemen internasional,” imbuhnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, dirinya sangat menyukai Kota Bogor meski begitu ia mengakui masih banyak persoalan yang ada di Kota sejuta taman ini. Seperti tawuran, kekerasan, masalah transportasi dan lainnya. Sebagai Wali Kota yang merupakan putra daerah ia mengarahkan pembangunan di Kota Bogor tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata tetapi juga pembangunan non fisik.

“Salah satunya kami ingin mewujudkan Bogor kota ramah keluarga. Mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, sampai transportasinya harus ramah keluarga,” ujarnya.

Menguatkan nilai-nilai dalam keluarga menjadi strateginya untuk mewujudkan Bogor kota ramah keluarga. Menurutnya, dari keluargalah tercetak generasi penerus bangsa yang handal dan berprestasi. Meski tentunya tidak hanya keluarga saja harus turut didukung sekolah dan lingkungan yang baik.

Di Kota Bogor ada sekolah ibu

“Di Kota Bogor ada sekolah ibu yang sudah berjalan di 68 kelurahan. Sekolah ibu ini sebagai penguat ketahanan keluarga di Kota Bogor dan dari semua pembangunan non fisik yang paling membanggakan adalah sekolah ibu,” ujarnya.

Sumber: http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/