Misi FPSH-HAM Kota Cimahi Sosialisakan Sadar Hukum dan HAM untuk Pelajar

 

Misi FPSH-HAM Kota Cimahi Sosialisakan Sadar Hukum dan HAM untuk Pelajar

Forum Pelajar Sadar Hukum dan Ham Kota Cimahi (FPSH-HAM)

resmi dikukuhkan oleh Kementerian Hukum dan Ham (Menkumham) Jawa Barat di SMKN 1 Cimahi, Kamis, 11 Oktober 2018. Meski demikian, Sang Ketua Forum, Gilang Qhismu Adjie mengatakan, proses pelantikan ini bukanlah tujuan akhir yang merek capai, melainkan awal untuk mengembangkan tujuan yang dicapai.

“Ini bukan titik akhir kami untuk dilantik, namun ini adalah titik awal kami untuk mulai mengembangkan tujuan yang ingin dicapai oleh forum ini kedepannya,” tutur Gilang saat ditemui setelah pelantikan. Ia dan 42 rekannya adalah bagian dari FPSH-HAM yang terdiri dari seluruh Siswa SMA/SMK Sederajat di Kota Cimahi.

Awal Berdiri

Gilang menceritkan, FPSH-HAM tidak ujug-ujug lahir, namun telah melalui berbagai macam proses hingga akhirnya resmi dilantik. “Awalnya forum ini sudah ada, dibuat di SMAN 27 Bandung, namun saat itu masih berbentuk ekstrakulikuler yang bergerak untuk mengembangan ilmu kewarganegaraan siswa,” tutur siswa SMKN 1 Cimahi tersebut.

Kemudian, mereka melihat dari agenda kegiatan yang diselenggerakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Hukum dan Ham (Menkumham) banyak melakukan acara yang bersinggunggan dengan upaya mengembangkan kesadaran hukum. “Saya dan kaka kelas saya juga teman-teman yang yang lain ikut kegiatan tersebut, kemudian diberi mandat oleh Menhumkan untuk membuat sebuah forum tentang kesadaran hukum dan HAM,” katanya.

Selanjutnya, karena Kaka kelasnya telah lulus sekolah

amanat untuk membuat forum pun dipercayakan kepada Gilang. Dia pun langsung bergegas untuk membuat konsep dan apa-apa yang harus mereka siapkan, seperti struktur kepengurusan dan program kerja. Setelah semuanya matang dan melakukan pertemuan dengan siswa lain di Kota Cimahi, lahir dan dilantiklah forum tersebut oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Ibnu Chuldun.

Merangkul

Sebagai Duta Kesadaran Hukum dan HAM, Gilang menilai bahwa realita di masyarakat kita masih ada yang belum menyadari pentingnya sadar hukum dan ham, baik orang tua dan terutama anak seusianya. “Sederhananya, masih ada orang tua yang membiarkan anaknya mengendarakan motor, padahal dia belum memiliki SIM,” ucapnya mencotohkan.

Dengan demikian, ini menjadi tugas pokok bagi dia untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran hukum bagi masyarakat. Dia juga mengutarakan, dalam proses sosialisasi tersebut haruslah memiliki pendekatan yang berbeda karena generasi muda sekarang ini berbeda dengan generasi muda dulu. “Anak muda sekarang kan termasuk generasi Z, yang kalau misalnya dimarahi gara-gara melakukan salah, bukannya nurut, tapi malah pundung. Jadi kami akan melakukan sosialisasi dengan cara merangkul dan mengajak,” tutur Siswa kelas XII Jurusan Kontrol Proses tersebut.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/