Penyakit Tanaman Nilam dan Cara Pengendaliannya

Penyakit tanaman nilam yang benar-benar wajib diwaspadai, karena sanggup menurunkan memproduksi dan mutu minyak adalah sebagai selanjutnya :

Penyakit layu bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri Ralstonia solanacearum dan kebanyakan timbul karena bibit yang digunakan udah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Penyakit Tanaman Nilam dan Cara Pengendaliannya

Kerugian hasil akibat layu bakteri diperkirakan sanggup menggapai 60% – 95%. Gejala awal serangan penyakit bersifat tidak benar satu daun pucuk layu dan diikuti bersama dengan daun anggota bawah. Setelah terlihat tanda-tanda lanjut bersama dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman dapat mati didalam selagi 7 – 25 hari.

Jaringan akar dan batang tanaman yang terinfeksi membusuk, dan warna agak hitam. Irisan batang berwarna coklat kehitam­hitaman sepanjang jaringan cabang yang layu.

Bila anggota cabang yang layu dipotong dapat terlihat lendir berwarna layaknya susu, begitu terhitung misalnya direndam didalam air bersih.

Cara pengendalian :

Sanitasi dan eradikasi (pemusnahan) untuk kurangi inokulum (sumber penyakit).
Memberakan Iahan yang udah terinfeksi bakteri sepanjang 2-3 tahun dan mencabut tanaman diserang dan juga membakar atau menguburnya.
Pergiliran tanaman bersama dengan tanaman bukan inang bakteri layu layaknya padi dan jagung.
Memperbaiki saluran drainase terhadap selagi curah hujan tinggi.
Menggunakan bibit yang berasal dari tanaman sehat terhadap kebun yang belum diserang penyakit layu.
Menggunakan pestisida untuk menahan penularan.
Menanam varietas toleran layaknya sidikalang.
Penyakit Budok (Hoprosep)
Penyebabnya adalah virus. Gejala penyakit terlihat terhadap batang yang membengkak, menebal dan daun yang berkerut keriting dan tebal, bersama dengan permukaan bawah berwarna merah, permukaan atas daun menguning karena kekurangan unsur hara.

Terbentuk benjolan-benjolan terhadap batang hingga akar misalnya dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang benar-benar berat selagi panen.

Penyakit ini tidak hingga mematikan tanaman secara total, tapi menyebabkan memproduksi dan mutu daun merosot, lebih-lebih tidak sanggup dipanen secara ekonomis.

Cara pengendalian:

Teknik budidaya: sanitasi kebun, alat-alat kerja steril, pengolahan tanah yang baik dan juga budidaya nilam secara menetap, pemanfaatan bibit yang sehat, pemanfaatan mulsa (jerami padi, ampas nilam atau alang-alang), dukungan pupuk kandang dan abu sekam (10 ton/ha).
Kimiawi: bersama dengan pestisida lengkap (Agrep + Cobox + Curater + Azodrin).
Penyakit yang disebabkan oleh nematoda
Kerusakan akar yang disebabkan oleh nematoda menyebabkan daun kekurangan suplai daun, agar stomata menutup, perihal ini menyebabkan laju fotosintesa terhambat. Ada lebih dari satu jenis nematoda yang kerapkali menyerang tanaman nilam pada lain Meloidogyne incognita, Pratylenchus brachyurus.

Gejala serangan nematoda khususnya terlihat terhadap warna daun yang beralih menjadi kecoklatan atau kemerahan. Selain itu, wajib diperhatikan tanaman inang yang udah ada di lokasi sebelum saat dipergunakan untuk menanam nilam. Tanaman inang nematoda pada lain : pisang, jahe, tomat, kacang tanah dan lain-lain

Serangan nematoda ini sanggup ditanggulangi bersama dengan langkah manfaatkan varietas yang tahan/toleran atau sanggup terhitung bersama dengan manfaatkan musuh alami hayati Seperti : Arthrobotrys sp., Pasteuria penetrans, jamur penjerat nematoda. Dan sanggup terhitung bersama dengan manfaatkan pestisida nabati nematisida, dan budidaya bersama dengan manfaatkan pupuk organik.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/