Bagaimana Merencanakan Alernatif Tindakan Kelas

Bagaimana Merencanakan Alernatif Tindakan Kelas

Bagaimana Merencanakan Alernatif Tindakan Kelas

Ketika Anda mengembangkan fokus masalah yang Anda rasakan dalam pembelajaran, Anda juga telah mendiagnosis penyebab masalah dan alternatif pemecahannya. Ini berarti secara tidak langsung Anda sudah membayangkan tindakan-tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Terkait dengan perencanaan alternatif tindakan ini pada dasarnya tidak berbeda dengan penyusunan skenario tindakan pembelajaran dalam RPP. Oleh karena itu, apabila Anda sudah terbiasa menyusun skenario pembelajaran dalam RPP, dipastikan Anda dapat merencanakan alternatif tindakan yang akan Anda lakukan dalam PTK. Mudah, bukan?

Gagasan Anda mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat Anda pilih. Anda perlu memikirkan bentuk dan macam tindakan (-tindakan) apa yang Anda perkirakan cocok untuk dilaksanakan dalam kelas sebagai ”terapi” atau ”obat” atas ”penyakit pemnbelajaran” yang telah Anda temukan.
Dalam merencanakan alternatif tindakan ini, Anda melakukan serangkaian kegiatan berikut.

a. Merumuskan pemecahan masalah dalam bentuk hipotesis tindakan
Dilihat dari sudut lain, alternatif tindakan perbaikan juga dapat dilihat sebagai hipotesis yang mengindikasikan dugaan mengenai perubahan dalam arti perbaikan yang bakal terjadi jika suatu tindakan dilakukan.

Misalnya, atas topik PTK yang dirumuskan Ibu Yuyun “Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa Kelas III SDN Sumberejo II Kabupeten Sukamaju dengan Menggunakan Media Komik”, maka hipotess tindakannya dapat dirumuskan sebagai berikut.


Dengan menggunakan media komik sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Sumberejo II Kabupaten Sukamaju.

Apabila hipotesis tindakan tersebut dianggap terlalu umum, Anda dapat menyusunnya menjadi hipotesis tindakan yang lebih khusus sehingga indikator-indikaktornya lebih terlihat. Misalnya, berdasarkan rumusan hipotesis tindakan di atas, dapat dikhususkan lagi menjadi tidak hipotesis tindakan khusus sebagai berikut.

1. Penggunaan media komik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat berdasarkan rangkaian gambar secara urut sehingga menjadi karangan yang utuh.
2. Penggunaan media komik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memadukan hubungan antar kalimat menjadi karangan yang padu dengan menggunakan kata sambung yang sesuai.
3. Penggunaan media komik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan dan tanda baca secara benar dalam karangan.

Catatan:
Jika hipotesis penelitian formal menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih atau menyatakan adanya perbedaan antara dua kelompok atau lebih, maka hipotesis tindakan tidak menyatakan demikian. Hipotesis tindakan berupa pernyataan yang berisi upaya tindakan yang diduga merupakan suatu solusi yang dapat memecahkan permasalahan yang diteliti.
Contoh lain rumusan hipotesis tindakan:
– Pelibatan orang tua dalam perencanaan kegiatan akademik sekolah akan berdampak meningkatkan perhatian mereka terhadap penyelesaian tugas siswa di rumah.
– Jika kebiasaan membaca ditingkatkan melalui penugasan mencari kata atau istilah serapan, perbendaharaan kata akan meningkat dengan rata – rata 10 % setiap bulannya.


Agar Anda dapat menyusun hipotesis tindakan dengan tepat, sebagai peneliti, Anda dapat melakukan serangkaian kegiatan berikut ini.
1) Mengkaji teori-teori pembelajaran/pendidikan, khususnya yang terkait dengan topik yang akan diteliti;
2) Menelaah hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan yang akan diteliti;
3) Berdiskusi dengan rekan sejawat, pakar pendidikan, atau peneliti lain yang mempunyai wawasan cukup tentang pembelajaran, terutama pembelajaran yang terkait dengan topik yang akan diteliti;
4) Mengkaji pendapat dan saran pakar pendidikan yang dituangkan dalam bentuk program-program nyata, khususnya pakar pendidikan yang terkait dengan topik yang akan diteliti; dan
5) Merefleksikan pengalaman Anda sendiri sebagai guru, terutama ketika melaksanakan pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengkajian/diskusi tersebut, Anda akan dapat memperoleh landasan yang mantap untuk membangun hipotesis tindakan.
Menurut Soedarsono (1997) beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut.

1) Rumuskan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. Dengan kata lain, alternatif tindakan perbaikan hendaknya mempunyai landasan yang mantap secara konseptual.
2) Kaji ulang setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan dan evaluasi dan segi relevansinya dengan tujuan, kelaikan teknis, serta keterlaksanaannya. Di samping itu, tetapkan juga cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan serta analisis data secara cepat namun tepat selama program tindakan perbaikan itu diimplementasikan.
3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil yang optimal namun masih tetap ada dalam jangkauan kemampuan guru untuk melakukannya dalam kondisi dan situsasi sekolah yang aktual.
4) Pikirkan dengan saksama perubahan-perubahan atau perbaikan-perbaikan yang secara implisit dijanjikan melalui hipotesis tindakan itu, baik yang berupa proses dan hasil belajar siswa maupun teknik mengajar guru.